Kredit Foto: Istimewa
Tingginya minat masyarakat terhadap Eksion juga tercermin dari komposisi pemesanan yang sudah masuk. Dari total SPK yang tercatat, varian kendaraan listrik murni (EV) menjadi pilihan utama konsumen.
Brian menjelaskan, sekitar 70 persen pemesanan berasal dari varian EV, sedangkan sisanya 30 persen merupakan varian plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
"Yang EV porsinya sekitar 70 persen, lalu yang PHEV 30 persen," kata dia.
Baca Juga: Wuling Eksion Mengaspal di Bandung, Sinyal Kuat Pasar SUV Listrik Kian Menggeliat
Dominasi varian EV ini menunjukkan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia mulai semakin menerima mobil listrik murni sebagai pilihan utama, meski teknologi PHEV masih memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian konsumen yang menginginkan fleksibilitas penggunaan mesin bensin dan motor listrik dalam satu kendaraan.
Dengan jumlah SPK yang sudah mencapai 1.500 unit, peluang mendapatkan harga dan program awal peluncuran pun semakin terbatas. Jika target 2.000 SPK tercapai dalam waktu dekat, konsumen berpotensi menghadapi harga baru yang lebih tinggi dibandingkan saat ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: