Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Netanyahu Akui Ribut dengan Trump Soal Perang Iran dan Amerika: Kami Memiliki Perbedaan Taktik

Netanyahu Akui Ribut dengan Trump Soal Perang Iran dan Amerika: Kami Memiliki Perbedaan Taktik Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya mengakui bahwa dirinya tidak selalu satu pandangan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam menyikapi perang yang melibatkan Iran.

Netanyahu mengatakan dirinya dan Trump memang memiliki tujuan strategis yang sama, namun tidak selalu sepakat mengenai langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapainya.

Baca Juga: 'Saya Memulainya,' Trump Nyatakan Dirinya Bertanggung Jawab Soal Kekacauan Perang Amerika dan Iran

"Kami mungkin memiliki beberapa perbedaan taktik, tetapi kami sepakat dalam banyak hal," ujar Netanyahu, dikutip dariĀ CNBC International, Kamis (4/6).

Pernyataan tersebut menjadi pengakuan terbuka pertama dari Netanyahu setelah muncul laporan bahwa Trump sempat meluapkan kemarahannya dalam percakapan telepon terkait operasi militer Israel di Lebanon yang dinilai berpotensi mengganggu upaya negosiasi damai Amerika Serikat dengan Iran.

Meski mengakui adanya perbedaan, Netanyahu menegaskan hubungan pribadinya dengan Trump tetap kuat. Ia bahkan menyebut Presiden AS itu sebagai sahabat terbesar yang pernah dimiliki Israel.

Menurut Netanyahu, kedua pemimpin memiliki pandangan yang sama mengenai ancaman yang ditimbulkan Iran terhadap Israel maupun Amerika Serikat.

"Iran adalah ancaman eksistensial bagi Israel dan juga bagi Amerika Serikat," katanya.

Netanyahu mengungkapkan komunikasi antara dirinya dan Trump berlangsung sangat intensif. Ia mengaku berbicara langsung dengan Presiden AS hampir setiap dua hari sekali untuk membahas perkembangan situasi kawasan.

"Kami memiliki tujuan yang sama dan ingin mencapainya," ujarnya.

Pengakuan Netanyahu soal adanya perbedaan taktik dinilai mencerminkan dinamika baru dalam hubungan Washington dan Tel Aviv di tengah perang yang telah memasuki bulan keempat.

Sebelumnya, sejumlah laporan media Amerika menyebut Trump semakin frustrasi terhadap langkah-langkah militer Israel yang dianggap berpotensi menghambat proses diplomasi dengan Iran.

Meski demikian, Netanyahu berusaha meredam spekulasi mengenai keretakan hubungan kedua negara dengan menegaskan bahwa perbedaan yang ada hanya terkait metode, bukan tujuan akhir yang ingin dicapai.

Baca Juga: 'Pasti Damai Seketika,' Anggota Kongres Amerika Ingin Stop Bantuan ke Israel Demi Bereskan Perang Iran

Perang yang dimulai sejak akhir Februari lalu terus menjadi ujian bagi hubungan kedua sekutu tersebut, terutama ketika Washington mulai lebih fokus pada upaya mencari jalan keluar diplomatik dari konflik yang berkepanjangan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar