Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Jeffrey kembali menegaskan optimisme tersebut didasarkan pada berbagai langkah yang telah dilakukan BEI bersama para pemangku kepentingan pasar modal dalam meningkatkan kualitas dan kredibilitas pasar domestik.
“Sekali lagi saya sampaikan, dari hal-hal konkret yang sudah kita lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi Indonesia akan tetap di emerging market,” katanya.
Menurut Jeffrey, fokus utama BEI saat ini adalah menjaga dan meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun global, terhadap pasar modal Indonesia.
Ia menjelaskan sejumlah langkah yang telah dilakukan BEI dalam beberapa waktu terakhir diarahkan untuk memperkuat transparansi dan kualitas informasi yang tersedia bagi investor.
“Dari yang sudah kita lakukan itu semuanya tujuannya adalah untuk memulihkan kepercayaan dari investor, baik investor domestik maupun investor global,” katanya.
Baca Juga: Baru Dibuka IHSG Langsung Terjun Bebas ke Level 5.000, Sebanyak 348 Saham Melemah
Baca Juga: IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Usai Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Jeffrey menyebut peningkatan transparansi pasar dilakukan melalui penyajian data yang lebih rinci serta penyampaian informasi yang lebih komprehensif kepada pelaku pasar.
“Dengan kita meningkatkan transparansi, kita meningkatkan granularisasi dari data, kita memberikan informasi terkait dengan high shareholding concentration, itu seluruhnya adalah upaya kita untuk meningkatkan kembali kepercayaan investor pada pasar kita,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri