Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan pasar modal Indonesia tetap berpeluang besar mempertahankan status sebagai emerging market di tengah beredarnya informasi yang menyebut Indonesia akan turun ke kategori frontier market.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan informasi yang beredar tersebut tidak akurat dan meminta investor tidak mengambil keputusan investasi berdasarkan kabar yang belum terverifikasi.
Asal tahu saja, sempat beredar tangkapan layar yang seolah-olah menunjukkan pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai perubahan status Indonesia menjadi frontier market. Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar.
“Kami tentu sangat berharap investor bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat. Kemarin kita ikuti bersama ada informasi yang tidak akurat beredar di pasar terkait dengan tangkapan layar. Seolah-olah ada pengumuman MSCI bahwa Indonesia ditempatkan di frontier market. Yang ternyata itu adalah informasi yang salah,” ujar Jeffrey di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, investor perlu melakukan pengecekan dan verifikasi terhadap setiap informasi yang beredar di pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
“Tentu kami sekali lagi menghimbau agar investor cek dan cross check atas informasi yang beredar di pasar sebelum mengambil keputusan,” katanya.
Baca Juga: BEI Ungkap Papan Utama Jadi Tiket Emiten Diburu Investor Global
Baca Juga: IHSG Merosot 3,48%, Saham Bank Jumbo Kompak Tersungkur
Di tengah meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap evaluasi indeks global, Jeffrey menegaskan BEI memiliki keyakinan tinggi bahwa Indonesia akan tetap berada dalam kelompok emerging market.
“Terkait dengan MSCI, yang dapat kami sampaikan adalah bahwa dari hal-hal konkret yang sudah kita lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap di emerging market,” ujarnya.
Jeffrey kembali menegaskan optimisme tersebut didasarkan pada berbagai langkah yang telah dilakukan BEI bersama para pemangku kepentingan pasar modal dalam meningkatkan kualitas dan kredibilitas pasar domestik.
“Sekali lagi saya sampaikan, dari hal-hal konkret yang sudah kita lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi Indonesia akan tetap di emerging market,” katanya.
Menurut Jeffrey, fokus utama BEI saat ini adalah menjaga dan meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun global, terhadap pasar modal Indonesia.
Ia menjelaskan sejumlah langkah yang telah dilakukan BEI dalam beberapa waktu terakhir diarahkan untuk memperkuat transparansi dan kualitas informasi yang tersedia bagi investor.
“Dari yang sudah kita lakukan itu semuanya tujuannya adalah untuk memulihkan kepercayaan dari investor, baik investor domestik maupun investor global,” katanya.
Baca Juga: Baru Dibuka IHSG Langsung Terjun Bebas ke Level 5.000, Sebanyak 348 Saham Melemah
Baca Juga: IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Usai Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Jeffrey menyebut peningkatan transparansi pasar dilakukan melalui penyajian data yang lebih rinci serta penyampaian informasi yang lebih komprehensif kepada pelaku pasar.
“Dengan kita meningkatkan transparansi, kita meningkatkan granularisasi dari data, kita memberikan informasi terkait dengan high shareholding concentration, itu seluruhnya adalah upaya kita untuk meningkatkan kembali kepercayaan investor pada pasar kita,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri