- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Baru Dibuka IHSG Langsung Terjun Bebas ke Level 5.000, Sebanyak 348 Saham Melemah
Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zone merah pada perdagangan Kamis (4/6/2026) melanjutkan tekanan yang terjadi pada sesi sebelumnya. Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.01 WIB, IHSG turun 69,59 poin atau 1,17% ke level 5.871,48.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 5.919,57 dan sempat menyentuh level tertinggi 5.924,51. Namun tekanan jual mendorong indeks turun hingga menyentuh level terendah 5.869,26.
Aktivitas perdagangan pagi tercatat mencapai 826,29 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp557,32 miliar dan frekuensi perdagangan 76.328 kali. Sebanyak 110 saham menguat, 348 saham melemah, dan 179 saham bergerak stagnan.
Senior Technical AnalystMirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, setelah pola upward bar terbentuk, maka harapan terjadinya fase bullish consolidation terbuka lebar.
"Berdasarkan indikator, RSI menunjukkan oversold atau jenuh jual, dan Stochastics K_D menunjukkan sinyal positif," kata dia dalam analisanya.
Menurutnya tekanan jual dari rebalancing indeks MSCI terpantau mulai mereda. Saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan emiten konglomerasi kembali menjadi motor penggerak utama IHSG setelah mengalami tekanan beberapa hari sebelumnya.
Kemudian, hasil perilisan data inflasi Indonesia per Mei 2026 masih berada dalam rentang target fundamental yang aman, memberikan ruang bagi BI untuk menjaga stabilitas kebijakan moneter, sekaligus mencerminkan daya beli masyarakat yang solid.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Usai Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Baca Juga: IHSG Jeblok, Purbaya: Mungkin Ketakutan Jangka Pendek Saja
Meskipun demikian, penyusutan surplus neraca perdagangan per April 2026 pada US$89,1 juta sebagai level terendah dalam enam tahun terakhir, menunjukkan adanya perlambatan dari kontribusi sektor eksternal dan menjadi penahan laju penguatan IHSG.
Di sisi lain, para pelaku pasar mulai mencermati dan bersiap menghadapi volatilitas baru dari sentimen rebalancing indeks FTSE Russell yang dijadwalkan efektif pada 22 Juni mendatang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: