Kredit Foto: Azka Elfriza
Pada kesempatan yang sama, SBY menyoroti perlunya transformasi model pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia. Menurut dia, negara-negara di kawasan tidak bisa terus-menerus mengandalkan tenaga kerja berbiaya rendah, komoditas, dan konsumsi domestik sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi.
“Negara-negara yang memperkuat kewirausahaan akar rumput (UMKM) akan memiliki ketahanan yang lebih kuat, partisipasi ekonomi yang lebih luas, dan stabilitas sosial yang lebih besar,” katanya.
Ke depan, SBY memperkirakan daya saing suatu negara akan semakin ditentukan oleh kemampuan beradaptasi dan menciptakan inovasi secara berkelanjutan.
“Pada masa depan, tidak bergantung hanya pada siapa yang memproduksi lebih murah. Ini bergantung pada siapa yang berkembang cepat, siapa yang berinovasi terus, siapa yang berinvestasi pada manusia, dan siapa yang memiliki kepercayaan dan keberanian di antara yang tidak pasti,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: