Kredit Foto: Azka Elfriza
Sejalan dengan itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp4,10 triliun atau tumbuh 9,97% secara tahunan.
Di tengah pertumbuhan tersebut, Asuransi Astra tetap berupaya memperluas sumber pertumbuhan melalui strategi diversifikasi bisnis. Namun, perusahaan menegaskan fokus pengembangan saat ini masih diarahkan pada pertumbuhan organik dengan memaksimalkan peluang dari lini bisnis yang sudah berjalan.
Pada kesempatan yang sama, Maximiliaan mengatakan peluang ekspansi masih terbuka di sejumlah segmen, termasuk asuransi kendaraan bermotor, asuransi komersial, dan asuransi kesehatan.
Baca Juga: Produk Unit Link Laris Manis di Tengah Penurunan Premi Asuransi Tradisional
Baca Juga: Inflasi Medis dan Kurs Dorong Klaim Asuransi Jiwa Membesar
Dari sisi kinerja keuangan, Asuransi Astra mencatat pendapatan premi bruto sebesar Rp3,66 triliun hingga April 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,36 triliun.
Sementara itu, beban klaim tercatat mencapai Rp1,37 triliun, naik dibandingkan April 2025 yang sebesar Rp1,28 triliun. Kenaikan premi dan klaim tersebut mencerminkan masih aktifnya aktivitas bisnis perusahaan di tengah pertumbuhan industri otomotif nasional yang mulai menunjukkan pemulihan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: