Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Presiden Itu Tidak Tidur,' Ngerinya Jam Kerja Trump Sampai Dapat Telepon Menteri Amerika Jam 2 Pagi

'Presiden Itu Tidak Tidur,' Ngerinya Jam Kerja Trump Sampai Dapat Telepon Menteri Amerika Jam 2 Pagi Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengungkap sisi lain dari rutinitas Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disebut memiliki pola kerja ekstrem hingga membuat banyak orang di sekelilingnya kelelahan.

Pernyataan itu disampaikan Rubio saat membela Trump dari tudingan anggota DPR Ted Lieu yang menilai presiden kerap tertidur dalam berbagai agenda resmi pemerintahan.

Baca Juga: Netanyahu Akui Ribut dengan Trump Soal Perang Iran dan Amerika: Kami Memiliki Perbedaan Taktik

Menurut Rubio, kesan bahwa Trump mengantuk justru bertolak belakang dengan realitas yang ia lihat setiap hari selama bekerja bersama presiden.

“Saya belum pernah melihatnya tertidur. Sebaliknya, orang itu tidak tidur,” kata Rubio, dikutip Jumat (5/6).

Rubio bahkan mengaku sering menerima panggilan telepon dari Trump pada jam-jam yang tidak lazim.

“Itu masalah besar, karena dia menelepon saya pukul 2 pagi, dia menelepon saya pukul 5 pagi, dan Anda tahu, saya ingin tidur sebentar,” ujarnya.

Menteri Luar Negeri AS itu menggambarkan Trump sebagai sosok yang hampir tidak pernah berhenti bekerja, terutama sejak pecahnya konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurut Rubio, beban kerja presiden semakin berat karena harus menangani berbagai krisis internasional secara bersamaan, mulai dari Timur Tengah hingga dinamika politik dalam negeri menjelang pemilu sela Kongres.

“Dia bekerja dengan jam kerja yang tidak manusiawi,” tegas Rubio.

Ia juga menceritakan pengalaman saat melakukan perjalanan luar negeri bersama Trump. Ketika sebagian besar staf memilih beristirahat selama penerbangan panjang, Trump disebut tetap aktif mencari orang untuk diajak berdiskusi.

“Dia berkeliaran di lorong-lorong mencari seseorang untuk dibangunkan dan diajak bicara,” kata Rubio.

Pembelaan Rubio muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap kondisi kesehatan Trump yang akan genap berusia 80 tahun bulan ini. Belakangan publik menyoroti sejumlah kondisi fisik Trump, mulai dari memar di tangan, pembengkakan kaki hingga ruam di leher.

Meski demikian, hasil pemeriksaan kesehatan terbaru dari dokter Gedung Putih menyatakan Trump masih berada dalam kondisi fisik dan kognitif yang baik untuk menjalankan tugas sebagai kepala negara dan panglima tertinggi militer AS.

Dokter Gedung Putih Kapten Sean Barbabella bahkan menyimpulkan bahwa Trump tetap layak menjalankan seluruh tanggung jawab kepresidenan.

Di tengah berbagai spekulasi tersebut, Rubio menegaskan bahwa kesan Trump terlihat mengantuk di depan publik tidak bisa dijadikan ukuran terhadap kapasitas kerjanya.

Baca Juga: 'Saya Memulainya,' Trump Nyatakan Dirinya Bertanggung Jawab Soal Kekacauan Perang Amerika dan Iran

Menurutnya, aktivitas presiden justru berlangsung hampir tanpa henti selama 24 jam, terutama ketika Amerika Serikat menghadapi situasi geopolitik yang semakin kompleks.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar