Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Penunjukan perwira tinggi militer aktif dalam struktur inti Badan Gizi Nasional (BGN) sempat memunculkan pertanyaan publik. Namun, langkah tersebut sengaja diambil untuk menjawab tantangan distribusi logistik program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Hal itu disampaikan Kepala BGN Nanik S. Deyang saat memperkenalkan Wakil Kepala BGN yang baru, Mayor Jenderal TNI Trenggono. Nanik menjelaskan alasan di balik perekrutan jenderal bintang dua tersebut ke dalam jajaran pimpinan lembaga pelaksana program MBG.
"Mungkin pertanyaannya kok ada militer?" ujar Nanik dalam jumpa pers perdana jajaran pimpinan BGN, Kamis (4/6/2026).
Menurut Nanik, keahlian teritorial dan pengalaman mengelola logistik di wilayah sulit menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pelaksanaan program MBG, terutama di daerah yang memiliki tantangan geografis tinggi.
"Kenapa ada militer? Nanti kaitannya dengan program 3T, di mana kami membutuhkan ahli teritorial di situ," kata Nanik.
Baca Juga: Siap Jadi Justice Collaborator, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Bakal Seret Tokoh Eksekutif
Baca Juga: Ada Rumor Dana Dapur MBG Bakal Disetop, Kepala BGN Buka Suara
Ia menilai pengalaman Trenggono dalam bidang logistik dan operasi teritorial dapat membantu BGN memperluas jangkauan distribusi layanan ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit diakses.
Untuk menjawab kekhawatiran terkait status keanggotaan militer aktif, Nanik memastikan Trenggono telah mengajukan proses pengunduran diri dari TNI.
"Sebelum ditanyakan mengapa TNI aktif? Saya sampaikan sudah diajukan proses pengunduran diri dan mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: