Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto menambahkan, industri keramik nasional justru menunjukkan pertumbuhan ketika industri keramik dunia mengalami perlambatan.
Kapasitas produksi nasional meningkat dari 538 juta meter persegi per tahun pada 2021 menjadi 650 juta meter persegi per tahun pada 2025. Pada 2026, kapasitas tersebut diproyeksikan naik menjadi 672 juta meter persegi per tahun dan terus bertambah hingga mencapai 728 juta meter persegi per tahun pada 2029.
"Ini menunjukkan tren yang berlawanan dengan industri keramik dunia yang mengalami penurunan produksi sejak 2021. Industri keramik Indonesia justru terus tumbuh dan memperkuat kapasitasnya," kata Edy.
ASAKI juga menargetkan tingkat utilisasi industri keramik dapat mencapai 75 persen pada akhir 2026 seiring meningkatnya permintaan pasar domestik.
Baca Juga: Sektor Manufaktur Serap 20 Juta Tenaga Kerja, Kemenperin Fokus Perkuat SDM
Meski demikian, peluang pertumbuhan masih terbuka lebar. Konsumsi keramik Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 2,5 meter persegi per kapita, masih di bawah rata-rata negara ASEAN yang berada di kisaran 3 hingga 3,5 meter persegi per kapita.
Kondisi tersebut dinilai menjadi ruang pertumbuhan yang besar bagi industri keramik nasional untuk memperkuat pasar domestik sekaligus meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: