Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Melihat Gebrakan Baru Kepala BGN: Buka Opsi Hibah Asing dan Dana CSR hingga Pangkas Anggaran Rp67 Triliun

Melihat Gebrakan Baru Kepala BGN: Buka Opsi Hibah Asing dan Dana CSR hingga Pangkas Anggaran Rp67 Triliun Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudarti Deyang telah menyiapkan sejumlah rencana kerja baru. Langkah strategis tersebut diambil dengan fokus utama pada efisiensi anggaran lembaga.

Rencana ini dikonsolidasikan secara internal usai dirinya resmi diangkat sebagai Kepala Badan baru. Nanik hadir menggantikan Dadan Hindayana yang kini ditahan Kejaksaan Agung akibat kasus korupsi.

"Kami berharap masih bisa menurunkan lagi. Namun tidak mengurangi sasaran," ujar Nanik di Jakarta Pusat, Kamis 4 Juni 2026.

Anggaran BGN kini telah dipotong secara signifikan menjadi Rp268 triliun dari semula Rp335 triliun. Meski terjadi pemotongan, Nanik memastikan efisiensi tersebut tidak akan mengurangi sasaran penerima program.

Langkah pertama yang akan diambil oleh pihak badan adalah melakukan refocusing penerima manfaat. Langkah kedua berupa kebijakan moratorium pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi baru.

Kebijakan ketiga berfokus pada pembenahan dapur-dapur operasional yang telah berdiri saat ini. Pembenahan dilakukan mencakup aspek perbaikan standar kualitas serta pelatihan sumber daya manusia.

"Artinya, bila dapur itu tidak sesuai, kami akan melakukan suspend," tegas Nanik.

Langkah keempat adalah realisasi program Makan Bergizi Gratis untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Program di wilayah 3T tersebut dijalankan dengan beberapa alternatif skema pelaksanaan.

Tujuan penyusunan alternatif skema ini agar tidak membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Pihak BGN juga menegaskan tidak lagi mengejar target kuantitas 82 juta penerima.

"Kemarin kami bertiga dipanggil Presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini, 'mohon Bapak kami tidak mengejar kuantitas,'" tutur Nanik.

Fokus lembaga kini beralih sepenuhnya untuk memperbaiki kualitas daripada mengejar kuantitas. Salah satu efisiensi konkret adalah tidak memaksakan pembangunan dapur baru di wilayah 3T.

SPPG di wilayah terpencil dapat memanfaatkan keberadaan kantin sekolah yang sudah ada. Hal ini dikarenakan jumlah siswa di wilayah 3T relatif sangat sedikit.

"Kita bisa menggunakan dapur-dapur misalnya kantin sekolah," kata Nanik.

Baca Juga: MBG di Tangan Tepat? Nanik S Deyang Buka-bukaan Soal Ijazah Aslinya di Hari-Hari Awal Memimpin BGN

Selain itu, BGN kini mulai membuka ruang alternatif untuk sumber pendanaan lain. Opsi yang dicoba adalah penggunaan dana Corporate Social Responsibility dari BUMN maupun swasta.

Pemerintah juga membuka peluang pemanfaatan dana hibah dari negara-negara lain. Opsi pembiayaan ini diambil agar pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy