Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Satgas Pangan Polri Cium Indikasi Kartel, Siap Gandeng KPPU Usut Konspirasi Harga TBS

Satgas Pangan Polri Cium Indikasi Kartel, Siap Gandeng KPPU Usut Konspirasi Harga TBS Kredit Foto: Uswah Hasanah

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti penurunan harga TBS yang dinilai tidak sejalan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, depresiasi rupiah seharusnya memberikan keuntungan tambahan bagi sektor sawit yang berorientasi ekspor.

"Alhamdulillah hari ini sepakat tidak ada lagi harga yang turun. Harus naik seperti kondisi semula. Bahkan bila perlu itu naik lebih tinggi," kata Amran.

Amran menilai penurunan harga TBS saat nilai tukar dolar AS menguat merupakan kondisi yang tidak lazim secara ekonomi.

"Ini ada anomali. Saat ini harga seharusnya naik, bukan turun. Kenapa? Karena nilai dolar selisih 10 persen, ya harus naik," ujarnya.

Baca Juga: Mulai Besok, Ekspor Batu Bara hingga Sawit Wajib Lapor Lewat PT DSI

Baca Juga: Mulai Besok, Ekspor Batu Bara hingga Sawit Wajib Lapor Lewat PT DSI

Karena itu, Kementerian Pertanian meminta perusahaan kelapa sawit segera menyesuaikan harga pembelian TBS dari petani. Amran menyebut sekitar 15 juta petani sawit berpotensi dirugikan akibat belum adanya penyesuaian harga tersebut.

"Minimal kembali ke harga semula. Ada sekitar 270 sampai 300 perusahaan yang belum menaikkan harga dan kami akan menyampaikan tembusan kepada Kapolri, Kapolda, dan Dirkrimsus untuk ditindaklanjuti," kata Amran.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri