Ini Sikap FIFA Menyusul Kebijakan Amerika Jadikan Visa 'Senjata' di Piala Dunia 2026
Kredit Foto: Istimewa
Polemik visa menjelang Piala Dunia 2026 semakin meluas. Namun di tengah munculnya sejumlah kasus yang melibatkan peserta dan ofisial turnamen, FIFA justru memilih menyerahkan seluruh urusan kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) selaku tuan rumah.
Sikap tersebut memicu kritik setelah wasit asal Somalia Omar Abdulkadir Artan ditolak masuk ke Amerika Serikat tanpa alasan yang dijelaskan secara terbuka.
Baca Juga: Ujungnya Prabowo Ikut Terkejut, Ternyata Pernah Ada Arahan di Ombudsman agar Tak Awasi Program MBG
Dalam pernyataannya, FIFA menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan dalam proses visa dan imigrasi.
"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk proses pemberian visa," ungkap FIFA, dikutip Selasa (9/6).
Organisasi sepak bola dunia itu juga menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai siapa yang memperoleh visa dan boleh memasuki suatu negara sepenuhnya berada di tangan pemerintah tuan rumah.
Sikap FIFA tersebut menjadi sorotan karena polemik visa tidak hanya menimpa Artan.
Tim nasional Iran sebelumnya juga menghadapi persoalan serupa. Meski seluruh pemain akhirnya mendapatkan visa, sejumlah anggota penting rombongan Iran dilaporkan gagal memperoleh izin masuk ke Amerika Serikat.
Federasi Sepak Bola Iran bahkan menuduh Amerika Serikat melanggar kewajiban sebagai tuan rumah dan melanggar regulasi FIFA terkait penyelenggaraan turnamen internasional.
Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengungkapkan sekitar 15 dari 70 anggota delegasi Iran yang tiba di Meksiko tidak mendapatkan visa untuk memasuki Amerika Serikat.
Meski tuduhan tersebut mencuat, FIFA tidak memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar terkait sengketa tersebut.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat berdalih visa yang diberikan sudah mencakup para pemain dan staf yang dianggap diperlukan untuk mengikuti kompetisi.
Rangkaian kasus tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai konsistensi FIFA dalam menjamin akses seluruh peserta dan ofisial ke turnamen yang mereka selenggarakan.
Baca Juga: 'Saya yang Menentukan,' Trump Tegaskan Israel Harus Tunduk pada Kesepakatan Amerika dan Iran
Sebab untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, isu visa dan kebijakan politik negara tuan rumah menjadi faktor yang secara langsung memengaruhi kehadiran wasit, ofisial, hingga anggota tim peserta sebelum turnamen dimulai.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar