Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Dua Minggu Lagi,' Amerika Yakin Akan Raih Kemenangan Total di Perang Iran

'Dua Minggu Lagi,' Amerika Yakin Akan Raih Kemenangan Total di Perang Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran akan segera berakhir dengan kemenangan penuh bagi Washington.

Dalam sebuah tele-rally bersama para pendukungnya, Trump bahkan memprediksi kemenangan tersebut bisa diraih dalam waktu dua pekan ke depan. Menurutnya, Amerika Serikat berada dalam posisi yang sangat kuat dan hasil akhir konflik sudah mulai terlihat.

Baca Juga: 'Ciri Birokrasi Feodal,' Terbongkar Ombudsman Tak Berani Awasi MBG karena Program Andalannya Prabowo

"Anda benar-benar akan memenangkannya dalam dua minggu ke depan ketika kita mendeklarasikan kemenangan total. Itu akan menjadi kemenangan total dan akan terjadi sangat segera," kata Trump, dikutip Selasa (9/6).

Pernyataan itu menunjukkan optimisme tinggi dari Gedung Putih meski ketegangan di Timur Tengah masih menjadi perhatian dunia internasional.

Trump sebelumnya juga aktif mendorong deeskalasi konflik antara Israel dan Iran guna mencegah perang yang lebih luas di kawasan.

Ia bahkan sempat memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak mengambil langkah militer yang dapat menggagalkan upaya diplomasi Amerika Serikat dengan Iran.

Menurut laporan media internasional, Trump menegaskan kepada Netanyahu bahwa Israel berpotensi menghadapi Iran sendirian apabila terus memperluas konflik. Peringatan tersebut muncul setelah Israel dan Iran sempat saling melancarkan serangan sebelum akhirnya menyetujui penghentian permusuhan.

Netanyahu kemudian mengonfirmasi bahwa gencatan senjata masih berlaku dan operasi militer terhadap Iran telah dihentikan.

Di saat Trump berbicara mengenai kemenangan total, jalur diplomasi antara Washington dan Teheran juga masih terus berjalan. Laporan menyebut kedua negara masih berupaya mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri ketegangan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani menyampaikan optimismenya bahwa kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat. Menurutnya, pembicaraan yang berlangsung menunjukkan perkembangan positif dan peluang tercapainya perjanjian sebelum akhir bulan tetap terbuka.

Situasi tersebut menghadirkan dua jalur yang berjalan bersamaan, yakni klaim kemenangan dari pihak Amerika Serikat dan upaya diplomatik yang sedang diupayakan kedua negara.

Baca Juga: Ini Sikap FIFA Menyusul Kebijakan Amerika Jadikan Visa 'Senjata' di Piala Dunia 2026

Meski demikian, pernyataan Trump bahwa Amerika akan meraih "kemenangan total" dalam dua minggu menjadi sinyal bahwa Washington merasa memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat dalam konflik maupun meja perundingan dengan Iran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar