Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kolaborasi Bersejarah, Kementan dan BRIN Sepakat Perkuat Riset Pertanian Demi Ketahanan Pangan

Kolaborasi Bersejarah, Kementan dan BRIN Sepakat Perkuat Riset Pertanian Demi Ketahanan Pangan Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah resmi memperkuat kolaborasi lintas lembaga melalui kerja sama strategis antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna mengakselerasi pembangunan sektor pertanian nasional serta memperkuat ketahanan pangan.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan kerja sama tersebut difokuskan pada peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan teknologi, dan penguatan daya tahan tanaman menghadapi berbagai tantangan iklim dan musim.

“Kerja sama ini menjadi sangat penting sehingga para periset kita bisa bekerja di mana pun di fasilitas yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian. Dengan demikian, kolaborasi, komunikasi, dan sinergitas antara Pertanian dan BRIN semakin kuat,” ujar Arif dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (9/6/2026).

Menurut Arif, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi aplikatif yang dapat langsung dimanfaatkan oleh sektor pertanian nasional. Pengembangan teknologi berbasis artificial intelligence (AI), robotik, hingga smart farming akan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Baca Juga: Prabowo Telepon Soal Nasib 15 Juta Petani Sawit, Amran Periksa 300-an Perusahaan

Baca Juga: Amran Cabut 2.231 Izin Distributor Pupuk Nakal, Mafia Pangan Disikat!

Baca Juga: Amran Murka! Harga Sawit Turun Saat Dolar Naik, Minta TBS Naik 10 Persen

“Tujuannya satu, yakni memberikan dukungan untuk tercapainya ketahanan pangan. Pangan tidak hanya soal padi, tetapi juga perkebunan, hortikultura, peternakan, dan berbagai dimensi pangan lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga membuka ruang yang lebih luas bagi para peneliti BRIN untuk memanfaatkan fasilitas penelitian milik Kementan guna mempercepat proses riset dan hilirisasi inovasi pertanian.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut penandatanganan nota kesepahaman antara Kementan dan BRIN sebagai tonggak penting dalam penguatan ekosistem riset nasional.

Amran menegaskan seluruh laboratorium dan fasilitas Kementan yang tersebar di 38 provinsi kini dapat dimanfaatkan oleh para peneliti BRIN di seluruh Indonesia.

“Seluruh laboratorium dan kantor Kementerian Pertanian yang berada di 38 provinsi bebas digunakan oleh para peneliti BRIN di seluruh Indonesia,” tegas Amran.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan berbagai terobosan yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan, baik melalui pengembangan varietas unggul maupun metode budidaya yang lebih efektif.

“Kita bisa menghasilkan produktivitas yang meningkat secara signifikan apabila penelitian berhasil menemukan varietas baru dan metode-metode baru yang lebih efektif,” ujarnya.

Kerja sama Kementan dan BRIN tersebut sejalan dengan fokus pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan suatu negara.

“Saya belajar sejarah, saya belajar bernegara. Dan hal yang saya dapatkan adalah bahwa tidak mungkin suatu negara bertahan tanpa produksi pangan yang lancar, aman, dan berkesinambungan,” ujar Prabowo dalam sambutannya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Ia juga menekankan peran strategis petani dan nelayan sebagai produsen pangan yang menjadi tulang punggung keberlanjutan bangsa.

“Para petani dan para nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara,” katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Annisa Nurfitri