Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bisa Jadi Paling Buruk, Deret Kebijakan Amerika Serikat Rusak Momen Piala Dunia 2026

Bisa Jadi Paling Buruk, Deret Kebijakan Amerika Serikat Rusak Momen Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi panggung persatuan global melalui sepak bola. Namun menjelang bergulirnya turnamen terbesar di dunia itu, Amerika Serikat (AS) justru menuai kritik karena serangkaian kebijakan imigrasi dan keamanan yang dianggap merusak atmosfer awal pesta olahraga tersebut.

Sebagai salah satu tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada, Amerika Serikat menjadi sorotan setelah sejumlah peserta, ofisial, hingga perangkat pertandingan mengalami berbagai kendala saat memasuki wilayah negara itu.

Baca Juga: Ujungnya Prabowo Ikut Terkejut, Ternyata Pernah Ada Arahan di Ombudsman agar Tak Awasi Program MBG

Kasus paling mencolok menimpa Timnas Iran. Di tengah ketegangan politik antara Washington dan Teheran, skuad Iran dilaporkan tidak diizinkan menetap selama turnamen berlangsung. Mereka hanya diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat saat hari pertandingan dan harus segera keluar setelah laga selesai.

Kebijakan itu memaksa Iran menjadikan Meksiko sebagai basis utama selama Piala Dunia. Padahal seluruh pertandingan fase grup mereka dijadwalkan berlangsung di kota-kota Amerika Serikat.

Kontroversi berikutnya terjadi pada Timnas Irak. Penyerang andalan mereka, Aymen Hussein, sempat ditahan hampir tujuh jam di bandara untuk menjalani pemeriksaan dan wawancara tambahan sebelum akhirnya diizinkan masuk.

Tidak semua anggota delegasi Irak bernasib sama. Fotografer tim nasional Irak, Talal Salah, justru ditolak masuk ke Amerika Serikat setelah menjalani proses pemeriksaan selama sekitar 10 jam.

Sorotan lain datang dari perangkat pertandingan. Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang sebelumnya ditunjuk FIFA untuk bertugas di Piala Dunia 2026, gagal ambil bagian setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat.

Padahal Artan merupakan salah satu wasit terbaik Afrika dan peraih penghargaan Wasit Pria Terbaik Afrika 2025. Hingga kini tidak ada penjelasan rinci yang disampaikan otoritas Amerika mengenai alasan penolakannya selain alasan verifikasi keamanan.

Di sisi lain, Timnas Senegal juga dilaporkan harus menjalani pemeriksaan ketat saat tiba di Amerika Serikat, meskipun berstatus peserta resmi turnamen.

Rangkaian kejadian tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan Amerika Serikat sebagai tuan rumah turnamen global yang mengedepankan prinsip inklusivitas dan persatuan.

Baca Juga: Hubungan Amerika dan Israel Memanas, Kabinet Netanyahu Dibuat Kesal Trump Soal Perang Iran

Alih-alih membangun euforia sepak bola dunia, sejumlah kebijakan yang diterapkan justru memunculkan kontroversi yang berpotensi membayangi jalannya Piala Dunia 2026 sejak hari pertama.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar