Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Qodari Ungkap Hitung-hitungan Penghematan Rp33 Triliun dari Koperasi Merah Putih

Qodari Ungkap Hitung-hitungan Penghematan Rp33 Triliun dari Koperasi Merah Putih Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, mengatakan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) berpotensi memberikan penghematan belanja masyarakat hingga Rp33 triliun per tahun melalui penyediaan barang kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Menurut Qodari, KDMP dirancang sebagai instrumen penguatan ekonomi desa sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui distribusi barang bersubsidi yang lebih efisien.

"Pada 16 Mei lalu, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan operasionalisasi 1.061 KDMP di Desa Nglawak, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur," kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Rabu (10/6/2026).

Qodari menjelaskan, koperasi tersebut berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang mencakup penyerapan hasil pertanian dan peternakan, distribusi barang kebutuhan pokok, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, KDMP menjalankan tiga peran utama. Dari sisi produksi, KDMP berperan sebagai offtaker hasil pertanian untuk memberikan kepastian pasar bagi petani. Dari sisi distribusi, KDMP menjadi sarana penyaluran barang bersubsidi maupun non-subsidi hingga ke wilayah pedesaan. Sementara dari sisi layanan, KDMP berfungsi sebagai titik penyaluran bantuan sosial, pusat distribusi layanan keuangan bersubsidi, sekaligus wadah pemberdayaan UMKM desa.

Qodari mencontohkan, harga sejumlah kebutuhan pokok di gerai KDMP lebih rendah dibandingkan harga pasar. Minyak goreng merek MinyaKita dijual seharga Rp15.700 per liter, sementara harga pasar sekitar Rp21.000 per liter. Adapun LPG 3 kilogram dijual Rp16.000 per tabung, dibandingkan harga pasar sekitar Rp20.000 per tabung.

Baca Juga: Ekonomi Dibilang Morat-Marit, Purbaya Bongkar Biang Kerok Sebenarnya: Bukan MBG atau Kopdes!

Baca Juga: Tak Khawatir Kopdes Merah Putih, Alfamart Yakin Bisa Bekerja Sama dan Teruskan Kinerja Positif

Baca Juga: Pemilik Indomaret Ungkap Risiko Kehadiran Kopdes Merah Putih ke Gerai dan Rantai Pasok

Berdasarkan perhitungan pemerintah yang mengacu pada data konsumsi rumah tangga dan jumlah keluarga di Indonesia, selisih harga tersebut berpotensi menghasilkan penghematan sekitar Rp14,2 triliun per tahun untuk pembelian LPG dan Rp18,8 triliun per tahun untuk minyak goreng. Dengan demikian, total potensi penghematan diperkirakan mencapai Rp33 triliun per tahun.

"Dengan KDMP ini masyarakat Indonesia secara total mendapatkan keringanan atau penghematan Rp33 triliun per tahun," ujar Qodari.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri