Kredit Foto: Andi Hidayat
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah, menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki karakter berbeda dibandingkan kepala negara lain.
Menurut Fahri, perbedaan tersebut membuat Prabowo kerap terlihat keras kepala. Namun, hal itu justru mencerminkan kepribadian yang kuat dan konsisten.
"Prabowo memang beda. Itulah yang menyebabkan beliau kelihatan keras kepala, seperti beliau katakan itu, seperti kemauannya keras, kemauannya kuat sekali. Karena sekali lagi ini semua udah dalam," ucap Fahri dalam kanal YouTube Refly Harun, dikutip Rabu (10/6).
Fahri menambahkan, standar tinggi yang dimiliki Prabowo berpengaruh langsung pada program dan kebijakan pemerintah, meski masih dalam tahap menuju ideal.
"Dan saya sering berkali-kali mengatakan karena itu standar beliau tinggi, menurut saya ya, Pak Refly. Bahwa hal yang kita lihat masih tidak ideal. Menurut saya itu tahapan aja, tapi menurut saya standar beliau tinggi," imbuhnya.
Seperti diketahui, konsep dasar program Prabowo adalah memberikan fasilitas dengan “standar tinggi” secara gratis kepada masyarakat miskin.
Dua contoh utama program yang mencerminkan standar tersebut adalah:
1. Program Sekolah Rakyat (SR)
Alih-alih membangun sekolah darurat, pemerintah menghadirkan sekolah berasrama (boarding school) gratis dengan fasilitas premium setara sekolah swasta mahal:
- Fasilitas Digital Pribadi: Setiap siswa mendapat laptop, akses kelas digital, dan laboratorium komputer modern.
- Asrama Penuh: Kamar tidur layak, ruang makan bersama, sarana olahraga, hingga tempat ibadah lengkap.
- Nutrisi Terjamin: Pangan dan gizi siswa dijamin penuh oleh negara selama 24 jam.
2. Program Perumahan dan Huntara Layak Huni
Baca Juga: Terkuak! Tujuan Prabowo Jadi Presiden Bikin Merinding
Dalam Program 3 Juta Rumah dan penyediaan Hunian Sementara (Huntara), pemerintah menolak pembangunan rumah semi-permanen atau asal jadi:
- Fasilitas Kamar Lengkap: Unit Huntara langsung dilengkapi tempat tidur, lemari, dan kipas angin.
- Infrastruktur Komunal: Dapur umum, musala, toilet higienis, hingga sistem pembuangan sampah teratur.
- Gentengisasi & Bedah Rumah: Rumah tidak layak huni direnovasi total agar kokoh, sehat, aman, dan nyaman.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: