Survei Adidaya sebut 68,2% Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan 61,1 % Merasa Kondisi Ekonomi Saat ini Lebih Baik
Kredit Foto: Istimewa
Hasil survei terbaru Adidaya Institute menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Survei yang dilakukan pada Mei 2026 tersebut mencatat sebanyak 68,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja kedua pemimpin negara. Sementara itu, 27,1 persen responden menyatakan tidak puas.
"Sekitar 68,2 persen puas dengan kinerja Presiden dan Wakil Presiden," kata Direktur Politik dan Kebijakan Publik Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, dalam rilis survei, Kamis.
Fadhli menambahkan, publik juga menilai positif komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memberantas korupsi. Sebanyak 68,8 persen responden percaya keduanya bekerja dengan baik di bidang tersebut.
Dari sisi ekonomi, survei mencatat optimisme publik yang cukup tinggi. Sebanyak 61,1 persen responden merasa kondisi ekonomi rumah tangga mereka lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara 59,6 persen meyakini kondisi ekonomi nasional juga mengalami peningkatan di bawah kepemimpinan Prabowo. Selain itu, 68,6 persen responden yakin agenda swasembada beras akan kembali tercapai.
Survei Adidaya Institute juga menempatkan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri dengan kinerja terbaik menurut responden. Purbaya dipilih oleh 36,8 persen responden sebagai menteri yang paling baik dalam melayani masyarakat.
Sementara terkait program-program unggulan pemerintahan Prabowo rata-rata lebih dari 70 persen responden mendukung tiga program unggulan, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG) didukung 71,5 persen responden, dengan 67,6 persen merasa program ini berdampak langsung pada keluarga.
"Kedua Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih (KDKMP) didukung 75,6 persen responden dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) mendapat dukungan tertinggi, yaitu 93,3 persen, dengan 82,6 persen responden meyakini program ini berdampak langsung," jelasnya.
Fadhli menambahkan survei dilakukan secara tatap muka pada 1–8 Mei 2026 terhadap 1.240 responden yang tersebar di 38 provinsi.
Survei menggunakan metode probability sampling dengan margin of error sebesar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Waktu wawancara per responden rata-rata sekitar 15 menit.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: