FIFA Diberikan Ultimatum, Iran Ancam Stop Pertandingan di Piala Dunia 2026
Kredit Foto: AP
Ketegangan politik kembali membayangi Piala Dunia 2026. Iran bahkan mengancam akan menghentikan pertandingan atau walk out apabila muncul bendera tidak resmi maupun slogan yang dianggap menyerang tim nasional mereka selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat (AS).
Dikutip dariĀ Reuters, Kamis (11/6), Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali menyampaikan keberatan secara resmi kepada FIFA terkait potensi aksi protes politik maupun simbol-simbol yang dianggap menyerang legitimasi tim nasional Iran di stadion.
Baca Juga: Tanda Amerika Sudah Frustrasi dengan Iran, Taktik Era Perang Vietnam Kembali Dipakai Trump
"Kami telah memberi tahu FIFA bahwa jika ada bendera tidak resmi dibawa ke stadion atau slogan yang menyerang tim nasional Iran diteriakkan selama pertandingan, manajer tim pasti akan bertanggung jawab untuk menghentikan pertandingan," kata Donyamali.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal keras bahwa Teheran tidak akan mentoleransi aksi-aksi yang mereka anggap bermuatan politik selama turnamen berlangsung.
Iran dijadwalkan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni. Setelah itu mereka akan menghadapi Belgia pada 21 Juni sebelum menutup fase grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Kontroversi semakin memanas karena pertandingan Iran melawan Mesir sebelumnya ditetapkan penyelenggara lokal sebagai "Pride Match" yang bertepatan dengan perayaan Pride Weekend di Seattle.
Federasi sepak bola Iran dan Mesir diketahui telah meminta FIFA untuk mencegah berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kampanye LGBTQ+ selama pertandingan tersebut.
Donyamali mengklaim FIFA telah memberikan jaminan bahwa tidak akan ada insiden yang mengganggu jalannya pertandingan Iran selama turnamen berlangsung.
"Kami telah mendapat jaminan bahwa tidak akan ada insiden yang mengganggu di stadion selama pertandingan melawan Mesir," ujarnya.
Ancaman walk out dari Iran muncul di tengah hubungan yang semakin rumit antara Teheran, FIFA, dan Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama Piala Dunia 2026.
Beberapa bulan terakhir, keberadaan Iran di turnamen sudah menjadi sasaran kritik kelompok oposisi. Pada April lalu, sejumlah demonstran menggelar aksi di luar Kongres FIFA di Vancouver dan mendesak agar Iran dicoret dari Piala Dunia.
Mereka menuding tim nasional Iran lebih merepresentasikan kepentingan Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dibandingkan rakyat Iran secara umum.
Di saat bersamaan, Iran juga mengeluhkan berbagai hambatan menjelang turnamen, termasuk persoalan distribusi tiket bagi para pendukung mereka.
Federasi Sepak Bola Iran sebelumnya menyatakan alokasi tiket resmi untuk suporternya dicabut hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai. Akibatnya, banyak pendukung yang telah merencanakan perjalanan ke Amerika Serikat terancam tidak bisa menyaksikan langsung pertandingan tim kesayangannya.
Saat ini skuad Iran menjalani pemusatan latihan di Tijuana, Meksiko. Pemerintah Amerika Serikat hanya mengizinkan tim memasuki wilayah AS sehari sebelum pertandingan berlangsung.
Baca Juga: Indonesia Terkejut, Dadan Hindayana Bikin Purnawirawan Bintang Empat Terseret Isu Proyek MBG
Situasi tersebut membuat Piala Dunia 2026 semakin sarat nuansa geopolitik, dengan ketegangan politik internasional ikut merambah ke dalam arena sepak bola yang seharusnya menjadi ajang pemersatu berbagai bangsa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: