Kredit Foto: Istihanah
"Termasuk kalau, mohon maaf ya, ada disebut nama-nama pemilik-pemilik SPPG begitu. Pada dasarnya bukan siapa pemiliknya, tetapi lebih kepada yang tidak boleh adalah melanggar aturan-aturan main atau melanggar SOP yang sudah ditetapkan," tuturnya.
Sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh, Prasetyo menyatakan pemerintah membuka peluang untuk menutup SPPG yang terbukti tidak memenuhi standar operasional. Selain itu, pengurangan jumlah dapur juga akan dilakukan di wilayah yang mengalami kelebihan kapasitas (oversupply).
Kendati demikian, pemerintah memastikan tidak akan mengambil keputusan sepihak hanya berdasarkan data di atas kertas. Tim di lapangan akan diterjunkan untuk melihat kondisi riil di setiap wilayah.
"Pasti arahnya ke sana dong (penutupan), tetapi kan kita belum bisa hari ini mengatakan ditutup atau tidak. Namanya sedang ditata, kan dilihat ya, diinventarisir kondisinya seperti apa. Jadi, kita juga tidak bisa langsung mengambil kesimpulan hanya mengacu kepada angka-angka kan tidak, kondisinya masing-masing tentu kan kita lihat berbeda-beda," jelas Prasetyo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: