Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PFL 2026, PNM Dongkrak Omzet UMKM Perempuan

PFL 2026, PNM Dongkrak Omzet UMKM Perempuan Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memanfaatkan momentum babak Final Pro Futsal League (PFL) 2026 untuk memperkuat perekonomian para pengusaha ultra mikro perempuan.

Sebagai sponsor utama kompetisi futsal tersebut, PNM menyediakan ruang berjualan khusus bagi para nasabah prasejahtera binaannya di area GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minggu (14/6/2026).

Langkah ini diambil untuk menunjukkan bahwa ajang olahraga nasional dapat diintegrasikan menjadi ruang tumbuh bagi usaha kecil yang berdampak nyata pada roda perekonomian masyarakat akar rumput.

Di hadapan sekitar 5.400 penonton yang memadati GOR UNY, para pelaku usaha ultra mikro diberi kesempatan memasarkan produk mereka secara langsung.

Direktur Utama PNM, Kindaris, mengungkapkan bahwa melalui semangat PNMuntukUMKM dan PNMPemberdayaanUMKM, pihaknya berkomitmen untuk terus membuka akses pasar yang lebih luas bagi kaum perempuan prasejahtera.

"Kami berharap para perempuan prasejahtera dapat memiliki ruang agar terus bergerak, menjaga harapan, dan memperkuat ekonomi keluarganya. Kisah seperti ini mengingatkan kita bahwa ketekunan, sekecil apa pun langkahnya, dapat membawa perubahan yang berarti," ujar Kindaris.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak langsung dari kebijakan ini adalah Iin Sutiyani, seorang nasabah PNM Mekaar yang bergerak di bidang kuliner pempek khas Palembang. Iin mengaku pendapatan dari hasil penjualannya selama laga Final PFL 2026 berlangsung meningkat berkali lipat dibandingkan hari biasa.

“Alhamdulillah, biasanya saya jualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, tapi di sini hasilnya jauh lebih banyak daripada yang saya bayangkan. Saya senang dan bersyukur diberi kesempatan ikut berjualan pada acara ini," kata Iin.

Bagi Iin, tambahan penghasilan yang didapat dari turnamen futsal ini sangat krusial. Selama 18 tahun terakhir, usaha pempek tersebut telah menjadi penopang utama ekonomi keluarga, terutama setelah kondisi kesehatan suaminya memburuk dan membutuhkan biaya pengobatan rutin.

Melalui sinergi ini, PNM menegaskan perannya yang tidak hanya berfokus pada pemberian modal finansial, melainkan juga pada pendampingan dan pembukaan akses pasar (modal sosial).

Kehadiran stan para pelaku usaha ultra mikro di Final PFL 2026 menjadi wujud nyata dari inklusi ekonomi yang mempertemukan industri olahraga, talenta muda, dan sektor UMKM dalam satu ekosistem yang saling menguntungkan. PNM berharap program serupa dapat terus dijalankan guna menjaga keberlanjutan usaha mikro di seluruh Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat