Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Senin (15/6/2026). Mata uang Garuda berada di level Rp17.708 atau menguat 151 poin dari penutupan sebelumnya di Rp17.860.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah hari ini dipicu oleh turunnya harga minyak mentah dunia dibawah US$80 per barel akan menjadi faktor positif bagi domestik karena diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN, membuat pememerinta senang dan ketegangan berubah menjadi kegembiraan.
"Selain itu, pasar juga mencermati potensi efisiensi Anggraran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penurunan target pembangunan Koperasi Desa Merah putih sebesar 50%," ungkap dia kepada wartawan.
Ibrahim mengatakan, dengan kondisi global yang kembali stabil, masyarakat berbondong-bondong menjual valuta asingnya. Ini sesuai dengan instruksi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang mengimbau masyarakat yang menyimpan dolar Amerika Serikat agar segera menjual atau menukarkannya menjadi rupiah.
Langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan nilai tukar rupiah yang sebelumnya sempat menyentuh rekor terendah di kisaran Rp18.200 per dolar AS. Langkah tersebut tepat dilakukan karena pemerintah tengah menyiapkan sejumlah strategi khusus untuk menguatkan rupiah.
Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.733 per Dolar AS pada Senin Pagi
Baca Juga: Rupiah Kembali Moncer, DPR Acungi Jempol Jurus BI Lepas Ketergantungan Dolar AS
Ibrahim menambahkan, fokus pasar saat ini beralih ke pertemuan kebijakan Bank Indonesia akhir pekan ini, BI telah mengambil langkah pengetatan lanjutan pada 9 Juni 2026 dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 bps menjadi 5,50%, menjadikan total kenaikan sejak Mei mencapai 75 bps.
"Langkah pre-emptive ini dioptimalkan untuk melindungi nilai tukar rupiah dari gejolak global dan menahan keluarnya arus modal asing (capital outflow)," ungkap dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: