Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Netanyahu 'Cuek' pada Perdamaian AS-Iran, Tetap Bakal Gempur Lebanon

Netanyahu 'Cuek' pada Perdamaian AS-Iran, Tetap Bakal Gempur Lebanon Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dimediasi di Swiss memicu respons tegas dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia menegaskan bahwa Israel tidak akan menghentikan operasi militernya di Lebanon dan tetap mempertahankan pasukan di zona penyangga keamanan.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu pada Senin (15/6/2026), menyusul pengumuman kesepakatan damai antara AS dan Iran yang diumumkan sehari sebelumnya.

Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak terikat dengan perjanjian tersebut karena tidak dilibatkan dalam proses perundingan. Menurutnya, pasukan Israel akan tetap berada di wilayah Lebanon hingga seluruh ancaman dari kelompok milisi, termasuk Hizbullah, benar-benar disingkirkan dari perbatasan.

"Israel harus terus berjaga-jaga, terus menjadi kuat, dan terus bertekad untuk membela diri sebisa mungkin. Kami akan tetap berada di zona penyangga keamanan Lebanon selama diperlukan," ujar Netanyahu dalam pidatonya, seperti dikutip dari The Jerusalem Post, Selasa (16/6/2026).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan pada Minggu (14/6/2026) untuk menghentikan pertempuran di seluruh front, termasuk di Lebanon, serta mencabut blokade laut terhadap Iran.

Nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tersebut dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6/2026).

Meski AS dan Iran telah menyepakati perdamaian, Netanyahu tetap membela keputusan Israel yang sebelumnya melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran dengan tujuan menggagalkan program nuklir dan menghancurkan fasilitas rudal Teheran.

Ia menegaskan bahwa prioritas utama Israel adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir, terlepas dari ada atau tidaknya perjanjian internasional.

Baca Juga: Motor Listrik MBG Tak Disita, Kejagung Justru Minta Cepat Didistribusikan

Netanyahu menyebut dirinya tidak selalu sejalan dengan sekutu utamanya, Donald Trump, dalam menentukan strategi keamanan. Menurut dia, kepentingan dan keselamatan domestik Israel merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar.

Meski rincian resmi mengenai isi MoU antara AS dan Iran belum dipublikasikan secara penuh, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa dokumen kesepakatan tersebut akan segera dirilis sebelum penandatanganan resmi pada akhir pekan ini.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: