Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Titah Luhut, Bansos Pakai Sistem AI Mulai Akhir 2026

Titah Luhut, Bansos Pakai Sistem AI Mulai Akhir 2026 Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti

Menurut Luhut, sistem tersebut akan memberikan data yang lebih akurat kepada pemerintah untuk mendukung berbagai program nasional.

Ia menegaskan digitalisasi data tidak hanya akan digunakan untuk penyaluran bansos, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai program pemerintah lainnya. Data yang dihasilkan nantinya menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan kepada Presiden, termasuk dalam menentukan sasaran penerima bantuan.

Terkait infrastruktur pendukung, pemerintah saat ini masih memanfaatkan Pusat Data Nasional (PDN) serta fasilitas dan data yang tersedia di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Namun, pemerintah juga mulai merancang penguatan kapasitas pusat data dengan melibatkan PT Telkom Indonesia sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

"Tidak menutup kemungkinan nanti Telkom akan dilibatkan sehingga pengembangannya tidak sepenuhnya bergantung pada APBN," ujarnya.

Meski demikian, Luhut mengakui kebutuhan komputasi untuk mendukung teknologi AI masih menjadi tantangan. Tingginya permintaan global terhadap perangkat Graphics Processing Unit (GPU) membuat pengadaan infrastruktur tersebut tidak mudah dilakukan.

"Kalau kita ingin membeli GPU sekarang, barangnya juga sulit diperoleh karena permintaannya sangat tinggi. Ini yang sedang kami pikirkan bagaimana solusinya," kata Luhut.

Baca Juga: Luhut Ungkap Rencana Besar Perubahan Bansos: Subsidi Barang Dihapus, Diganti Transfer Tunai Rp5,4 Juta per Orang

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat! Daftar Bansos yang Cair Juni 2026, Begini Cara Ceknya

Lebih lanjut, ia menilai digitalisasi sistem pemerintahan berpotensi menghasilkan efisiensi anggaran dalam skala besar sekaligus menekan kebocoran dan praktik korupsi.

Menurutnya, integrasi data dan sistem digital akan menciptakan ekosistem yang membuat ruang penyalahgunaan anggaran semakin sempit.

"Yang kita bangun adalah ekosistem yang membuat orang tidak bisa korupsi, atau setidaknya sangat sulit melakukan korupsi," ujar Luhut.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri