- Home
- /
- New Economy
- /
- CSR
Tujuh BUMN Kolaborasi Jaga Ekosistem Pesisir dan Perkuat Ekonomi Warga Minang Rua
Kredit Foto: Istimewa
Kajian mengenai keberlanjutan kawasan pesisir semakin menegaskan pentingnya keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, tujuh badan usaha milik negara (BUMN) menggelar program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Blue Impact di Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (12/6).
Program ini merupakan kolaborasi antara PERURI, PNM, Adhi Karya, Brantas Abipraya, Nindya Karya, Waskita, dan WIKA.
Melalui Blue Impact, ketujuh BUMN berupaya menghadirkan program yang tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup warga pesisir.
Pantai Minang Rua dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena memiliki potensi besar sebagai kawasan wisata pesisir dan menjadi salah satu destinasi unggulan di Lampung Selatan. Keberadaan ekosistem laut yang sehat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik pariwisata sekaligus menopang aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Program Blue Impact mengusung tiga agenda utama, yakni konservasi terumbu karang, literasi keuangan, dan layanan pengecekan kesehatan gratis. Ketiga agenda tersebut dirancang sebagai satu kesatuan yang menghubungkan aspek lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Dari sisi kelestarian alam, kegiatan konservasi terumbu karang dilakukan untuk mendukung pemulihan dan perlindungan ekosistem laut. Upaya ini dinilai penting karena terumbu karang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi keanekaragaman hayati, serta mendukung keberlanjutan wisata bahari.
Ekosistem laut yang terjaga juga menjadi modal utama bagi keberlangsungan sektor pariwisata pesisir. Dengan terumbu karang yang sehat, daya tarik Pantai Minang Rua diharapkan tetap terjaga sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, dari sisi ekonomi, program literasi keuangan ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan usaha. Edukasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal yang berbasis pariwisata, perikanan, dan berbagai usaha masyarakat.
Head of Corporate Secretary PERURI, Adi Sunardi, mengatakan kolaborasi antar-BUMN menjadi kunci dalam menghadirkan program TJSL yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak langsung bagi lingkungan.
"Melalui program Blue Impact, PERURI turut hadir dalam upaya bersama menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bagi kami, sinergi antar-BUMN seperti ini menjadi bentuk nyata bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan perlu dijalankan secara kolaboratif, terarah, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Adi.
Selain mendukung penguatan ekonomi dan pelestarian lingkungan, program ini juga menghadirkan layanan cek kesehatan gratis bagi warga sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.
Kolaborasi PERURI bersama enam BUMN lainnya turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Sinergi tersebut sejalan dengan upaya pengembangan kawasan pesisir yang hijau, lestari, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat potensi desa wisata di wilayah tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: