Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Kembali Menguat Terhadap Dolar AS, Gubernur BI Ungkap Sederet Jurus Rahasianya

Rupiah Kembali Menguat Terhadap Dolar AS, Gubernur BI Ungkap Sederet Jurus Rahasianya Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akhirnya berhasil kembali berada dalam tren penguatan dalam beberapa hari terakhir. Tren positif ini terjadi setelah mata uang garuda sempat tertekan cukup dalam akibat dinamika ekonomi internasional.

Intervensi dan respon stabilisasi yang diambil oleh Bank Indonesia (BI) menjadi faktor pendorong utama kembalinya kekuatan mata uang domestik. Otoritas moneter secara agresif menerapkan sederet langkah strategis demi meredam gejolak nilai tukar di pasar keuangan.

"Nilai tukar rupiah menguat didukung respon stabilisasi BI," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6/2026).

"Ke depan BI meyakini rupiah stabil dan menguat didukung prospek dan imbal hasil menarik," pungkasnya memberikan proyeksi optimis.

Berdasarkan catatan otoritas, kurs rupiah berada di posisi Rp17.730 per 1 dolar AS pada perdagangan tanggal 17 Juni 2026 kemarin. Posisi terbaru ini merefleksikan penguatan sebesar 0,76 persen jika dibandingkan dengan penutupan pada akhir Mei 2026 lalu.

Baca Juga: Jelang RDG Rupiah Dibuka Melemah, BI Rate Diproyeksi Naik 25 Bps

Sebelumnya, tekanan eksternal berupa tingginya ketidakpastian global serta lonjakan kebutuhan valuta asing korporasi sempat memicu depresiasi yang signifikan. Kondisi tersebut bahkan sempat membuat nilai tukar melemah hingga menyentuh level Rp18.200 per dolar AS.

Guna menahan pelemahan lebih lanjut, BI langsung mengeksekusi bauran kebijakan mulai dari menaikkan suku bunga acuan hingga menggenjot imbal hasil SRBI. Langkah intervensi secara langsung di berbagai segmen pasar juga terus dilakukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy