Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jelang Pengumuman MSCI, Bos BEI Blak-blakan Soal Kondisi Pasar Modal Indonesia

Jelang Pengumuman MSCI, Bos BEI Blak-blakan Soal Kondisi Pasar Modal Indonesia Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai fundamental pasar modal Indonesia masih kuat meski menghadapi tekanan dari berbagai sentimen global dan domestik sepanjang 2026. Di tengah volatilitas yang terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, likuiditas pasar, jumlah investor, dan kinerja emiten dinilai tetap terjaga.

Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pasar modal Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang berasal dari dinamika geopolitik global, kebijakan suku bunga internasional, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga rebalancing indeks global.

Meski demikian, menurutnya, kondisi tersebut belum mengubah fondasi pasar modal domestik yang masih ditopang oleh pertumbuhan investor dan kinerja perusahaan tercatat.

“Di tengah dinamika pasar global yang penuh tantangan, fondasi pasar modal Indonesia tetap kuat. Likuiditas pasar terjaga, partisipasi investor domestik terus meningkat, dan mayoritas perusahaan tercatat tetap menunjukkan kinerja yang positif. Karena itu, sinergi antara regulator, SRO, pelaku industri, dan investor menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat daya saing pasar modal Indonesia ke depan,” ujar Jeffrey, dalam Forum “Diskusi Sinergi dalam Menjaga Stabilitas dan Resiliensi Pasar Modal Indonesia”, pada Rabu (17/6/2026). 

BEI mencatat IHSG sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di 9.134,70 pada Januari 2026 sebelum mengalami volatilitas akibat berbagai tekanan eksternal dan domestik.

Namun demikian, aktivitas perdagangan masih menunjukkan ketahanan. Hingga 12 Juni 2026, rata-rata nilai transaksi harian saham mencapai Rp24,7 triliun.

Di sisi investor, jumlah investor pasar modal telah melampaui 28 juta investor, sementara jumlah investor saham mencapai 9,8 juta investor.

Dari sisi fundamental emiten, sekitar 80% perusahaan tercatat masih membukukan laba pada kuartal I-2026.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat mengatakan ketahanan pasar modal Indonesia turut ditopang oleh dominasi investor domestik.

“Resiliensi pasar modal Indonesia tidak terlepas dari kekuatan dan kepercayaan basis investor domestik yang tetap terjaga. Hingga 12 Juni 2026, jumlah investor yang tercatat di KSEI telah mencapai 28,3 juta, dengan kepemilikan aset yang didominasi investor lokal. KSEI berkomitmen untuk senantiasa memperkuat transparansi dan kualitas data kepemilikan saham agar lebih granular dan andal, sebagai bagian dari dukungan untuk Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal yang dijalankan bersama OJK dan SRO,” ujar Samsul.

Baca Juga: OJK Ungkap Pengangkatan Jeffrey Hendrik sebagai Dirut BEI 2026-2030 Tinggal Tunggu RUPS

Baca Juga: Soal Seleksi Direksi BEI, Jeffrey Hendrik Yakin Siapapun yang Terpilih Pasti Baik

Adapun, Direktur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Antonius Herman Azwar menilai penguatan infrastruktur pasar modal menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing pasar domestik.

Menurut Antonius, konektivitas infrastruktur pasar modal dengan lembaga keuangan domestik maupun global dapat mendukung pendalaman pasar dan meningkatkan aktivitas transaksi.

“KPEI melalui perannya sebagai Central Counterparty (CCP), memastikan pengelolaan risiko telah sesuai dengan standar internasional dan pengelolaan collateral dilakukan secara terintegrasi sehingga dapat meningkatkan keamanan dan kepastian penyelesaian transaksi dalam rangka menjaga kepercayaan investor. KPEI juga melakukan berbagai pengembangan bisnis untuk menyediakan produk dan layanan penunjang yang dapat diintegrasikan dengan pasar global,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri