Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Sejalan dengan itu, Kemenperin juga terus meningkatkan kesiapan pelaku industri menghadapi implementasi Wajib Halal Tahap II yang akan berlaku pada Oktober 2026. Berbagai program sosialisasi, pendampingan, bimbingan teknis, dan fasilitasi sertifikasi halal terus digencarkan agar pelaku usaha mampu memenuhi ketentuan yang berlaku sekaligus meningkatkan daya saing bisnisnya.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem halal nasional, Kemenperin kembali berpartisipasi dalam penyelenggaraan Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 yang akan berlangsung pada 24-27 September 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Ajang tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pelaku industri, regulator, investor, akademisi, dan masyarakat untuk mempercepat pengembangan industri halal nasional sekaligus membuka peluang investasi dan ekspor yang lebih luas.
Baca Juga: Industri Halal Sumbang Rp4.900 Triliun ke PDB, BPJPH dan ESQ Perkuat Talenta
Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan Halal Indo 2026 hadir sebagai platform strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem halal.
"Halal Indo 2026 bukan sekadar ajang pameran, namun juga menjadi wadah kolaborasi yang produktif dan interaktif. Kami percaya bahwa penguatan jejaring bisnis dan inovasi dapat meningkatkan daya saing industri halal nasional di kancah global," ujar Daswar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: