Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Industri Halal Sumbang Rp4.900 Triliun ke PDB, BPJPH dan ESQ Perkuat Talenta

Industri Halal Sumbang Rp4.900 Triliun ke PDB, BPJPH dan ESQ Perkuat Talenta Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, mengapresiasi komitmen ESQ Corp dalam mendukung penguatan sumber daya manusia, budaya organisasi, serta manajemen talenta guna mempercepat pengembangan ekosistem halal nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman antara ESQ Corp dan BPJPH tentang Pembangunan Budaya Organisasi, Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Talenta yang berlangsung di Kantor BPJPH, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

"Pak Ary, terima kasih banyak atas kehadirannya dan atas apresiasinya. Halal itu untuk semua. Halal bukan hanya bisnis besar, tetapi bisnis raksasa. Dalam sembilan bulan terakhir, dari Januari hingga September, industri halal telah menyumbang sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan nilai ekonomi mencapai Rp 4.900 trilyun," ujar Haikal.

Menurut Haikal, capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor halal telah menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk ESQ Corp, menjadi sangat penting untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia dan budaya kerja dalam mendukung percepatan ekosistem halal Indonesia.

Sementara itu, Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, menegaskan kesiapan ESQ untuk mendukung program strategis BPJPH. Menurutnya, kewajiban sertifikasi halal yang akan diberlakukan secara bertahap membutuhkan dukungan dari seluruh elemen bangsa.

"BPJPH memiliki visi yang sangat mulia. Kehadiran kami di sini adalah untuk mendukung. Jaringan alumni ESQ yang berjumlah sekitar 2,5 juta orang akan memberikan dukungan penuh agar program ini berhasil. Dulu ESQ berbicara tentang hati yang dihalalkan, sekarang makanan, kosmetik, dan berbagai produk lainnya juga harus dipastikan kehalalannya," kata Ary.

Ary menilai misi besar BPJPH harus ditopang oleh budaya organisasi yang kuat, integritas yang tinggi, serta manajemen talenta yang presisi. Menurutnya, keberhasilan program halal nasional pada akhirnya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas program pemberian satu juta sertifikat halal gratis bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang dinilai telah memberikan manfaat besar bagi pengembangan ekonomi umat dan peningkatan daya saing produk nasional.

"Saya juga mengapresiasi Bapak Presiden Prabowo yang telah memberikan satu juta sertifikat halal gratis bagi pelaku UMK. Selain itu, kontribusi halal value chain yang telah mencapai 27 persen terhadap PDB nasional merupakan pencapaian luar biasa yang patut diapresiasi bersama," ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Siap Gelar Halal Indo 2026, Targetkan 500 Peserta dan 30.000 Pengunjung

Ary menambahkan, keberhasilan tersebut perlu dipertahankan melalui kepemimpinan yang kuat, budaya organisasi yang kokoh, dan manajemen talenta yang tepat sehingga sektor halal dapat terus berkembang dan menjadi salah satu motor penggerak menuju target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

"Harapan kedepan terus semangat dan sungguh-sungguh dan harus memiliki misi yang kuat untuk menjadikan BPJPH sebagai lokomotif menuju Indonesia emas 2045," pungkas Ary.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat