Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Diakui Amerika, Grok Milik Elon Musk Terlibat Langsung dalam Perang Iran

Diakui Amerika, Grok Milik Elon Musk Terlibat Langsung dalam Perang Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya mengakui bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) Grok milik miliarder teknologi, Elon Musk, digunakan untuk mendukung operasi militer AS dalam perang melawan Iran.

Pengakuan tersebut terungkap dalam dokumen hukum Departemen Kehakiman AS tertanggal 15 Juni 2026. Ia diajukan dalam perkara gugatan lingkungan terhadap perusahaan AI milik Musk, xAI.

Baca Juga: Diancam Akan Dibom Lagi, Iran Borong Helikopter Rusia usai Berdamai dengan Amerika

Dalam dokumen tersebut, pemerintah membela keberadaan turbin gas yang digunakan untuk memasok energi ke pusat data xAI. Departemen Kehakiman berargumen bahwa upaya menghentikan operasional pusat data tersebut dapat berdampak pada kepentingan strategis nasional.

"Mengancam keamanan nasional, ekonomi, dan energi Amerika dengan berusaha memutus pasokan energi bagi inovasi kecerdasan buatan yang mendukung operasi militer Departemen Perang," demikian bunyi dokumen tersebut.

Untuk memperkuat argumen pemerintah, jaksa federal menghadirkan saksi dari Kepala Bidang AI Pentagon, Cameron Stanley. Ia mengungkapkan bahwa model Grok telah digunakan dalam Project Maven. Ia merupakan program penargetan militer berbasis AI milik AS.

Pengakuan ini sekaligus menandai perubahan besar dalam strategi pengembangan AI militer AS. Sebelumnya, Project Maven didukung oleh model AI Claude milik Anthropic.

Namun, pada Februari 2026, pemerintah AS mengakhiri kontrak dengan Anthropic setelah perusahaan tersebut menolak mengizinkan teknologinya digunakan untuk serangan otomatis dan pengawasan massal terhadap warga AS.

Setelah itu, Pentagon beralih ke sejumlah perusahaan AI lain, termasuk Google, OpenAI, dan xAI milik Elon Musk.

Keterlibatan Grok dalam perang Iran juga memperlihatkan semakin eratnya hubungan Musk dengan pemerintahan Presiden Donald Trump. Pada Februari 2026, Musk menggabungkan xAI dengan perusahaan antariksa miliknya, SpaceX, di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi untuk proyek-proyek AI strategis pemerintah AS.

Baca Juga: 'Saya Merasa Sedih,' Presiden Amerika Berikan Dukungannya ke Sekutu Iran Gegara Terus Dibom Israel

Pengakuan resmi ini diperkirakan akan memicu perdebatan baru mengenai penggunaan kecerdasan buatan dalam peperangan modern, terutama terkait batas etika dan potensi keterlibatan perusahaan teknologi swasta dalam operasi militer berskala besar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar