Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Kami Tunggu Pembuktian Trump,' Khamenei Tiba-Tiba Muncul Beri Pesan usai Kesepakatan Iran-Amerika

'Kami Tunggu Pembuktian Trump,' Khamenei Tiba-Tiba Muncul Beri Pesan usai Kesepakatan Iran-Amerika Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei akhirnya muncul dan menyampaikan pesan resmi kepada rakyat Iran setelah ditandatanganinya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri ketegangan kedua negara.

Khamenei menegaskan bahwa dirinya sejak awal sebenarnya memiliki pandangan berbeda terkait kesepakatan tersebut. Namun, ia memutuskan memberikan persetujuan setelah menerima jaminan langsung dari Presiden Iran dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi bahwa hak-hak Iran akan tetap dilindungi.

Baca Juga: 'Ada Kekuatan Politik,' Pengacara Cium Kejanggalan dalam Penangkapan Roy Suryo Terkait Ijazah Jokowi

"Pada prinsipnya saya memiliki pandangan yang berbeda. Namun berdasarkan komitmen yang diberikan Presiden yang juga bertindak sebagai Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, untuk menjaga hak-hak bangsa Iran dan Front Perlawanan, saya memberikan otorisasi atas langkah tersebut," kata Khamenei, dikutip Jumat (19/6).

Kemunculan Khamenei menjadi sorotan karena terjadi hanya beberapa jam setelah memorandum of understanding (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat resmi ditandatangani. Selama proses negosiasi berlangsung, Khamenei tidak banyak memberikan komentar terbuka terkait perkembangan pembicaraan tersebut.

Dalam pesannya, Khamenei juga menyinggung peran Amerika Serikat dalam proses menuju kesepakatan. Ia menilai Washington menggunakan berbagai bentuk tekanan untuk mendorong tercapainya perjanjian tersebut.

"Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, karena keputusasaan, menggunakan berbagai bentuk tekanan dan alat pengaruh untuk mencapai hasil ini," ujarnya.

Meski memberikan restu terhadap kesepakatan, Khamenei mengingatkan bahwa Iran tidak akan begitu saja mempercayai pihak Amerika. Ia menegaskan seluruh rakyat Iran kini akan mengawasi apakah Washington benar-benar menjalankan seluruh komitmen yang telah disepakati.

"Mulai saat ini, kami, bangsa Iran yang bangga, dan saya pribadi akan menunggu untuk melihat apakah syarat-syarat yang telah dinyatakan benar-benar dipenuhi," tegasnya.

Khamenei juga memberikan peringatan bahwa setiap perundingan lanjutan dengan Amerika Serikat tidak boleh ditafsirkan sebagai bentuk penerimaan Iran terhadap posisi atau tuntutan Washington.

"Setiap negosiasi langsung yang mungkin terjadi di masa depan tidak boleh diartikan sebagai penerimaan terhadap posisi musuh," katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa meskipun kesepakatan awal telah tercapai, Teheran masih menyimpan sikap hati-hati terhadap hubungan dengan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat menandatangani sebuah nota kesepahaman yang menjadi dasar penghentian konflik dan pembukaan jalur negosiasi lanjutan selama 60 hari. Kesepakatan itu mencakup isu program nuklir Iran, pencabutan sebagian sanksi ekonomi, serta pengaturan kembali keamanan kawasan termasuk Selat Hormuz.

Baca Juga: 'Teheran Akan Berbohong dan Curang,' Amerika Ragukan Komitmen Iran dalam Kesepakatan Damai

Melalui pesannya, Khamenei menegaskan bahwa persetujuan yang diberikan bukanlah cek kosong bagi Amerika Serikat. Sebaliknya, Iran akan terus memantau pelaksanaan setiap poin kesepakatan dan memastikan kepentingan nasionalnya tetap terjaga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar