Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'LOSERS', Momen Ekonom AS Sindir Trump dan Netanyahu Soal Selat Hormuz

'LOSERS', Momen Ekonom AS Sindir Trump dan Netanyahu Soal Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan penasihat ekonomi Presiden AS ke-40 Ronald Reagan, Steve Hanke, menyindir bahwa perang yang dipilih Amerika Serikat (AS) dan Israel justru memberikan Iran posisi tawar besar di Selat Hormuz.

Menurut Hanke, sebelum perang jalur perdagangan di Selat Hormuz terbuka bebas tanpa hambatan. Namun kini, Iran memegang kendali strategis, ibarat “pedang Damocles” yang menggantung di atas jalur perdagangan dunia.

"Sebelum perang AS-Israel terhadap Iran, lalu lintas melalui Selat Hormuz terbuka dan bebas. Setelah PERANG PILIHAN AS-Israel, orang-orang Iran akan menggenggam Pedang Damocles atas lalu lintas tersebut," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (22/6).

Profesor Ekonomi Terapan di Johns Hopkins University itu menegaskan kebijakan ini membuat Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi pecundang karena bukannya melemahkan Iran, malah memperkuat posisi Teheran dan melemahkan stabilitas kawasan. "TRUMP & NETANYAHU = LOSERS," tegasnya.

Baca Juga: Serang Iran, Peluang Netanyahu Menang Pemilu Israel Anjlok Drastis

Seperti diketahui, Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (20/6/2026), hanya dua hari setelah jalur perdagangan energi global tersebut sempat dibuka melalui kesepakatan damai sementara (MoU) dengan AS pada Kamis (18/6/2026).

Teheran menuduh AS dan Israel melanggar komitmen gencatan senjata yang tertuang dalam MoU. Pelanggaran utama yang disorot adalah berlanjutnya serangan udara agresif Israel ke Lebanon Selatan untuk menggempur Hezbollah, sekutu Iran. Iran menegaskan jalur pelayaran tidak akan dibuka permanen selama agresi terhadap sekutunya belum dihentikan total.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya