Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, Said Didu Klaim Sudah Prediksi Sejak 2024

Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, Said Didu Klaim Sudah Prediksi Sejak 2024 Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu, menyoroti permohonan maaf PT PLN (Persero) atas pemadaman bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Menurutnya, pemadaman listrik tersebut bukanlah bentuk protes oligarki terhadap kebijakan ekspor satu pintu komoditas sumber daya alam (SDA) melalui BUMN. 

 Said Didu mengaku sudah memprediksi kondisi ini sejak 2024. "Kami yang paham listrik sudah menduga sejak 2024 bahwa ini akan terjadi tahun 2026 dan masalah ini akan panjang," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Senin (22/6).

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

"Kami juga ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat karena terjadi pemadaman bergilir di minggu lalu," kata Darmawan.

Baca Juga: PLN Minta Maaf dan Buka-bukaan Soal Penyebab Terjadinya Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

PLN menjelaskan, pemadaman terpaksa dilakukan karena adanya gangguan teknis pada dua unit pembangkit listrik besar milik mitra swasta (Independent Power Producer/IPP).  

"Dalam kondisi seperti ini kami juga menghadapi tantangan ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami, yaitu ada dua pembangkit independent power producer yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa," elas Darmawan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya