Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Haji dan Umrah Indonesia Makin Mudah, BSI Bakal Hadir ke Arab Saudi

Haji dan Umrah Indonesia Makin Mudah, BSI Bakal Hadir ke Arab Saudi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pasar konsumen layanan keuangan syariah di Arab Saudi dinilai sangat potensial bagi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), seiring tingginya jumlah jemaah haji dan umrah asal Indonesia yang setiap tahun melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Kondisi tersebut mendorong BSI mempercepat ekspansi internasional melalui persiapan operasional Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) di Kerajaan Arab Saudi.

Langkah strategis ini diperkuat setelah BSI memperoleh persetujuan awal (initial approval) dari Bank Sentral Arab Saudi atau Saudi Central Bank (SAMA) untuk membuka kantor cabang luar negeri pada 2024.

Prospek pengembangan layanan BSI di Arab Saudi ditopang oleh basis nasabah yang besar. Setiap tahun, Indonesia memberangkatkan rata-rata sekitar 203 ribu jemaah haji dan sekitar 170 ribu orang atau 83 persen di antaranya merupakan nasabah BSI.

Sementara itu, pada segmen umrah, data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) tahun 2025 mencatat sebanyak 1,6 juta masyarakat Indonesia menjalankan ibadah umrah, dengan sekitar 84 persen menggunakan layanan BSI.

Tingginya penetrasi tersebut mencerminkan kuatnya posisi BSI dalam ekosistem keuangan syariah haji dan umrah sekaligus menjadi landasan utama pengembangan bisnis perseroan di Arab Saudi.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengatakan kehadiran BSI di Arab Saudi merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk membangun konektivitas layanan keuangan syariah lintas negara.

Menurutnya, Arab Saudi memiliki nilai strategis karena menjadi pusat ekosistem haji dan umrah dunia. Kehadiran BSI di negara tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan keuangan syariah yang terintegrasi, mulai dari persiapan keberangkatan di Indonesia hingga aktivitas nasabah selama berada di Tanah Suci.

"Arab Saudi merupakan pusat ekosistem haji dan umrah dunia serta memiliki arti strategis bagi BSI. Kehadiran kami di sana merupakan wujud komitmen untuk mendampingi masyarakat Indonesia lebih dekat dengan menghadirkan layanan keuangan syariah yang mendukung perjalanan ibadah secara end-to-end," ujar Wisnu.

Ia menjelaskan, persiapan pembukaan cabang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pemenuhan regulasi, tetapi juga peningkatan kapabilitas layanan untuk memastikan transaksi nasabah berjalan aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan.

BSI berharap ekspansi ke Arab Saudi dapat memberikan manfaat nyata bagi jemaah haji dan umrah, diaspora Indonesia, serta pelaku usaha yang terlibat dalam ekosistem ekonomi syariah kedua negara.

Sebagai bagian dari penguatan kehadiran di Arab Saudi, BSI juga menjalin kolaborasi dengan BPKH Limited pada musim haji 2026 melalui penyediaan booth layanan di sejumlah titik strategis di Makkah dan Jeddah. Fasilitas tersebut digunakan untuk memberikan informasi, edukasi, serta pendampingan bagi jemaah Indonesia terkait berbagai layanan keuangan syariah.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Naik di Era Suku Bunga Tinggi

Selain itu, BSI meluncurkan program "Peduli Lansia" dengan menyediakan stiker khusus bagi jemaah lanjut usia sebagai bentuk dukungan terhadap layanan ibadah yang lebih inklusif.

Melalui ekspansi ini, BSI tidak hanya memperluas jaringan bisnis internasional, tetapi juga membangun fondasi ekosistem keuangan syariah yang menghubungkan Indonesia dengan pusat ibadah umat Islam dunia. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing industri keuangan syariah nasional sekaligus mendukung posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam ekonomi syariah global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat