Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Guntur Romli Tuding Barisan Parpol yang Nyinyiri Sudutkan PDIP Lagi Dalam Rangka Ingin Jadi Cawapres 2029

Guntur Romli Tuding Barisan Parpol yang Nyinyiri Sudutkan PDIP Lagi Dalam Rangka Ingin Jadi Cawapres 2029 Kredit Foto: Twitter/Mohamad Guntur Romli
Warta Ekonomi, Jakarta -

Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, menuding barisan partai politik seperti Golkar, PAN, PKB, Demokrat, dan NasDem tengah diorkestrasi untuk menyudutkan posisi politik PDIP di dalam lingkaran kekuasaan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Guntur meyakini adanya instruksi terselubung kepada partai-partai tersebut dengan motif politik jangka panjang demi mengamankan kepentingan pada Pemilu 2029 mendatang.

Menurutnya, serangan verbal atau sikap menyinyiri PDIP sengaja dilakukan sebagai cara menunjukkan loyalitas kepada penguasa.

"Motifnya terendus untuk kepentingan 2029. Mereka ingin menunjukkan loyalitas sebagai koalisi pemerintah, mengamankan jatah kursi di kabinet dan siapa tahu bisa menambah jatah kursi dan berebut bisa dipinang oleh Presiden Prabowo di 2029," ujar Guntur Romli.

Sebut Parpol Koalisi Berhalusinasi Incar Kursi Cawapres

Guntur Romli menilai partai-partai koalisi saat ini sedang berebut pengaruh karena tergiur dengan posisi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo di 2029, mengingat hingga hari ini belum muncul penantang serius bagi sang presiden petahana.

Ia memprediksi paket kepemimpinan Prabowo-Gibran kemungkinan besar tidak akan berlanjut ke periode kedua, berkaca pada sejarah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) yang selalu berganti wakil presiden di periode kedua.

"Ketua Umum PKB, Golkar, PAN, dan Demokrat, dan mungkin kader NasDem sedang berhalusinasi menjadi cawapresnya Prabowo di 2029. Mereka dukung Gibran dulu bukan karena wapres yang kompeten, tapi karena alasan dinasti ambisi kekuasaan Jokowi," kata Guntur secara blak-blakan.

Guntur Romli: Jangan Jadikan PDIP Sasaran Antara untuk Menjilat

Lebih lanjut, Guntur menilai beberapa parpol yang menilai permintaan Jokowi, agar paket Prabowo-Gibran lanjut 2 periode "terlalu maju" (kemajon). Menurutnya, penolakan itu bukan karena alasan etika, melainkan karena para ketua parpol tersebut juga mengincar kursi yang sama, seperti Partai Demokrat (AHY) dan PKB (Muhaimin Iskandar).

Guntur menegaskan, meskipun setiap partai politik memiliki hak untuk bermimpi dan mengincar posisi strategis di Pemilu 2029, hal itu tidak boleh dilakukan dengan cara mendiskreditkan partai lain.

"Posisi itu boleh-boleh saja bermimpi. Yang tidak boleh, mereka menjadikan PDI Perjuangan sebagai sasaran antara saja. Menyerang PDI Perjuangan hanya untuk menjilat tiket cawapres 2029. Menjijikkan," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat