Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pelatih Inggris Kesal dengan Aturan Baru Piala Dunia 2026: Merusak Keindahan Sepak Bola

Pelatih Inggris Kesal dengan Aturan Baru Piala Dunia 2026: Merusak Keindahan Sepak Bola Kredit Foto: Football London
Warta Ekonomi, Jakarta -

Thomas Tuchel melontarkan kritik terhadap aturan hydration breaks yang diterapkan di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 setelah menilai kebijakan tersebut mengganggu alur permainan.

Pelatih Timnas Inggris itu mengungkapkan, terlalu seringnya laga dihentikan membuat ritme pertandingan sulit terbentuk secara alami, bahkan mengurangi kualitas permainan yang seharusnya mengalir tanpa banyak jeda.

Hydration breaks sendiri diberlakukan FIFA sebagai langkah antisipasi cuaca panas yang berpotensi membuat pemain kelelahan dan mengalami dehidrasi, sehingga menjadi bagian wajib di semua laga turnamen.

Namun Tuchel menilai penerapan aturan tersebut terlalu kaku karena tidak mempertimbangkan kondisi pertandingan yang bisa berbeda-beda di setiap laga.

Ia bahkan menyoroti pengalaman pertamanya di turnamen ini saat Inggris menang 4-2 atas Kroasia pada laga pembuka Grup L, yang menurutnya sudah cukup menunjukkan dampak aturan tersebut terhadap tempo permainan.

“Sebagai pelatih, saya suka menyatukan tim dan membangun pengaruh di dalam permainan, tetapi secara keseluruhan saya lebih suka sepak bola dimainkan dalam satu babak penuh,” ujar Tuchel dikutip dari Independent.

Menurutnya, momentum permainan menjadi sulit dibangun karena pertandingan harus berhenti beberapa kali, sehingga mengganggu konsentrasi dan intensitas yang sudah terbentuk di lapangan.

“Itu membangun momentum, itu bagian dari permainan. Sulit untuk membangun momentum dan mempertahankan momentum,” lanjutnya.

Baca Juga: Sederet Pecah Rekor Piala Dunia dari Lionel Messi si GOAT yang Asli

Tuchel menambahkan bahwa laga kini terasa seperti dimainkan dalam beberapa segmen terpisah, bukan satu pertandingan utuh yang mengalir.

“Itu hanya menambah karakteristik permainan yang indah. (Jeda) justru mengurangi keindahannya,” tegasnya.

Meski demikian, Tuchel tetap mengakui bahwa aturan tersebut memiliki tujuan positif dari sisi kesehatan pemain, terutama untuk menjaga keadilan dalam kondisi cuaca ekstrem yang dihadapi semua tim.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama