Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Inggris Dominan tapi Mandek, Thomas Tuchel Frustrasi Tak Mampu Bobol Ghana

Inggris Dominan tapi Mandek, Thomas Tuchel Frustrasi Tak Mampu Bobol Ghana Kredit Foto: Football London
Warta Ekonomi, Jakarta -

Timnas Inggris harus menelan kekecewaan setelah gagal mengubah dominasi permainan menjadi kemenangan saat ditahan Ghana tanpa gol pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Rabu.

Hasil tersebut membuat pelatih Inggris Thomas Tuchel mengaku frustrasi karena timnya kesulitan menembus pertahanan lawan yang tampil sangat disiplin sepanjang pertandingan.

Menurut Tuchel, Ghana menerapkan pendekatan bertahan yang membuat para pemain Inggris tidak leluasa mengembangkan permainan meski menguasai jalannya laga.

Pelatih asal Jerman itu bahkan menyebut tim lawan memiliki kekuatan fisik yang luar biasa dan mampu menjaga konsistensi permainan hingga menit-menit akhir.

"Pujian untuk mereka. Saya jarang melihat performa fisik seperti itu dari sebuah tim," kata Tuchel dikutip dari FIFA.

Ia menilai Ghana sengaja bermain sangat dalam dengan mayoritas pemain berada di area pertahanan sehingga ruang bagi Harry Kane dan rekan-rekannya menjadi sangat terbatas.

Situasi tersebut membuat Inggris membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan ritme permainan yang diinginkan.

Sepanjang pertandingan, Inggris sebenarnya tampil sangat dominan dengan penguasaan bola mencapai 79 persen.

The Three Lions juga mampu mencatatkan 19 percobaan tembakan ke arah pertahanan Ghana.

Namun dominasi statistik itu tidak mampu diterjemahkan menjadi gol yang dibutuhkan untuk memecah kebuntuan.

Tuchel mengungkapkan timnya juga harus tetap berhati-hati terhadap ancaman serangan balik sehingga tidak bisa sepenuhnya bermain agresif.

Menurutnya, keseimbangan antara menyerang dan bertahan membuat timnya harus bekerja lebih keras dalam membangun momentum pertandingan.

"Semua menjadi tanggung jawab kami untuk menemukan ritme permainan. Pada saat yang sama, kami harus berhati-hati agar tidak kebobolan lewat serangan balik," ujarnya.

Memasuki babak kedua, Inggris mulai menunjukkan peningkatan permainan setelah sejumlah pemain pengganti masuk ke lapangan.

Tuchel melihat timnya mampu menciptakan lebih banyak peluang ketika para pemain Ghana mulai mengalami penurunan stamina.

Tekanan demi tekanan berhasil dibangun ke area pertahanan lawan.

Meski demikian, penyelesaian akhir masih menjadi masalah yang belum mampu diatasi Inggris hingga peluit panjang dibunyikan.

"Kami membutuhkan waktu untuk menemukan ritme pada babak kedua. Para pemain pengganti membantu dan ketika kelelahan mulai dirasakan lawan, kami menciptakan semakin banyak peluang seiring berjalannya pertandingan. Namun, kami tidak mampu mencetak gol," katanya.

Di sisi lain, Tuchel mengaku memahami strategi yang diterapkan Ghana untuk mengamankan hasil imbang.

Baca Juga: Pelatih Inggris Kesal dengan Aturan Baru Piala Dunia 2026: Merusak Keindahan Sepak Bola

Ia bahkan menyebut cara Ghana merayakan skor 0-0 menunjukkan betapa pentingnya hasil tersebut bagi mereka.

"Mereka merayakan hasil 0-0 seperti sebuah kemenangan. Itu menunjukkan perbedaan pendekatan kedua tim dan saya menghormatinya," ujar Tuchel.

Meski gagal meraih kemenangan, Inggris masih berada di jalur yang tepat untuk melanjutkan langkah mereka di Piala Dunia 2026.n Kemenangan menjadi harga mati bagi Harry Kane dkk saat melawan Panama di laga terakhit grup.

Tuchel kini berharap timnya mampu memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir agar dominasi permainan yang ditampilkan tidak kembali berakhir tanpa hasil maksimal.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama