Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2026 telah mencapai sekitar 47% dari plafon tahun ini sebesar Rp290 triliun. Pihaknya optimistis target penyaluran KUR dapat tercapai hingga akhir tahun
"Jadi tahun ini kita punya plafon KUR sekitar Rp290 triliun. Alhamdulillah per Juni ini sudah tersalur sekitar 47%-nya," ungkap dia kepada wartawan di Gedung Smesco Indonesia, Rabu (24/6/2026).
Ia mengatakan, total penerima manfaat KUR hingga per Juni ini sudah mencapai sekitar 2 juta orang. Dari sisi kuantitas pihaknya optimis dapat menjangkau 4 juta lebih UMKM.
"Kita diminta untuk mengejar tidak hanya target kuantitas tapi juga kualitas penyalurannya yang semakin baik,” katanya.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan porsi penyaluran KUR ke sektor produksi menjadi 65% pada 2026. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu yang telah melampaui 60%.
“Mudah-mudahan ini konsisten terus sehingga nanti di akhir tahun bisa lebih dari 65% KUR kita tersalur kepada sektor produksi,” jelasnya.
Menurut Riza, peningkatan alokasi ke sektor produksi penting karena memiliki dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan sektor perdagangan.
Selain itu, pembiayaan di sektor produksi dinilai mampu meningkatkan nilai tambah dan pendapatan pelaku UMKM.
"Kami berharap dengan adanya alokasi yang lebih besar kepada sektor produksi ini bisa memberikan pendapatan ekonomi yang lebih besar kepada UMKM-UMKM kita," ungkap dia.
Baca Juga: Resmi Terbit, Ini Poin Penting Permen UMKM No 3 Tahun 2026 Terkait PMSE
Baca Juga: OJK Sebut UU P2SK Perluas Aturan Hapus Tagih Kredit UMKM
Ia menambahkan, mayoritas sektor produksi berada di bidang pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, pengolahan makanan, hingga ekonomi kreatif yang menjadi kekuatan daerah.
"Dengan adanya alokasi 65% kepada sektor produksi ini sekaligus juga memberikan stimulus kepada pengembangan ekonomi unggulan di tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota kita," tuturnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra