Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

179 Kawasan Industri Jadi Andalan Hilirisasi, Kemenperin Gandeng Danareksa

179 Kawasan Industri Jadi Andalan Hilirisasi, Kemenperin Gandeng Danareksa Kredit Foto: Dok. kemenprin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah terus mendorong pengembangan kawasan industri sebagai salah satu motor penggerak hilirisasi dan industrialisasi nasional. Upaya ini dilakukan untuk menarik investasi, memperluas lapangan kerja, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Sejalan dengan agenda tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat sinergi dengan PT Danareksa (Persero) dalam pengelolaan sejumlah kawasan industri strategis di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan ekosistem industri yang lebih terintegrasi dan berdaya saing.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan kawasan industri memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar lokasi operasional perusahaan manufaktur.

"Kawasan industri tidak hanya menjadi lokasi beroperasinya perusahaan manufaktur, tetapi juga menjadi penggerak investasi, penciptaan lapangan kerja, serta instrumen penting dalam mempercepat transformasi industri nasional yang lebih maju dan berkelanjutan," ujar Agus dalam audiensi PT Danareksa (Persero) dengan Kemenperin di Jakarta.

Menurut Agus, kontribusi kawasan industri terhadap perekonomian nasional terus meningkat. Hingga pertengahan 2026, terdapat 179 kawasan industri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan luas hampir 100 ribu hektare.

Kawasan-kawasan tersebut telah menampung sekitar 11.970 tenant industri, mencatatkan investasi mencapai Rp6.744,58 triliun, serta menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja.

Baca Juga: Perkuat Kualitas Data, Kemenperin Minta Industri Aktif dalam Sensus Ekonomi 2026

Di sisi lain, Danareksa turut memainkan peran penting melalui pengelolaan tujuh kawasan industri strategis yang berada di bawah naungan holding BUMN. Ketujuh kawasan tersebut meliputi Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Kawasan Industri Medan (KIM), Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), dan Kawasan Industri Makassar (KIMA).

Secara keseluruhan, kawasan industri yang dikelola holding Danareksa memiliki luas sekitar 7.800 hektare dengan tingkat okupansi mencapai 70 persen. Kawasan tersebut menampung sekitar 1.200 tenant dengan total investasi mencapai 10 miliar dolar AS atau setara Rp177,4 triliun serta menyerap lebih dari 300 ribu tenaga kerja.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman