Kredit Foto: Dok. kemenprin
Angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi kawasan industri milik BUMN dalam mendukung pertumbuhan sektor manufaktur dan memperkuat daya saing industri nasional.
Dalam pertemuan itu, Kemenperin dan Danareksa juga membahas sejumlah agenda strategis ke depan, mulai dari penguatan konsolidasi kawasan industri BUMN, transformasi menuju kawasan industri hijau, hingga rencana pengembangan kawasan industri baru.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, terutama di luar Pulau Jawa yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai basis industri baru.
Meski demikian, pengembangan kawasan industri masih menghadapi berbagai tantangan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan persoalan pertanahan dan tata ruang, ketersediaan infrastruktur, aspek lingkungan hidup, perizinan, hingga kebutuhan insentif dan penguatan kelembagaan.
Baca Juga: Heboh Isu Relokasi 2 Pabrik Otomotif ke Vietnam, Kemenperin Ungkap Fakta Sebenarnya
Karena itu, pemerintah menilai kolaborasi antara kementerian, BUMN, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk mempercepat pengembangan kawasan industri yang kompetitif dan berkelanjutan.
"Kami menyambut baik komitmen Danareksa dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional melalui pengembangan kawasan industri. Ke depan, kami berharap kawasan industri BUMN dapat terus berkembang, memperluas jangkauan pembangunan industri ke berbagai daerah, serta menjadi penggerak pemerataan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Agus.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman