Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Dibuka Merosot, Terbebani Sentimen MSCI dan Suku Bunga Fed

IHSG Dibuka Merosot, Terbebani Sentimen MSCI dan Suku Bunga Fed Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari Kamis (25/6/2026). Berdasarkan data RTI Business pukul 09.01 WIB, IHSG tercatat berada di level 5.879 turun 4,341 poin atau 0,07% dari penutupan sebelumnya.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG dibuka di level 5.873 dan sempat bergerak di rentang 5.864,004 hingga 5.880. Aktivitas transaksi tercatat cukup ramai dengan volume mencapai 659,886 juta saham dan nilai transaksi sebesar Rp428,133 miliar dari 57.077 kali perdagangan.

Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 200 saham menguat, 202 saham melemah, dan 206 saham stagnan, mencerminkan sentimen pasar yang cenderung berimbang pada awal perdagangan.

Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai sekitar Rp10.320,881 triliun pada pembukaan perdagangan.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal, pergerakan IHSG diproyeksikan dalam tren koreksi wajar selama masih berada pada “wave (b)” setelah membentuk pola long black closing marubozu candle.

"Berdasarkan indikator, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif didukung penurunan volume, apalagi RSI berpotensi membentuk pola dead cross," kata Nafan dalam analisisnya.

Nafan menyebut hasil MSCI Annual Market Classification Review yang dirilis baru-baru ini memang masih mempertahankan Indonesia di kelas emerging market. Namun, MSCI memberikan catatan keras mengenai transparansi free float_l dan indikasi praktik perdagangan yang terkoordinasi.

Baca Juga: IHSG Anjlok 3,56% ke 5.883 Usai Review MSCI, 646 Saham Berguguran

Baca Juga: SKK Migas Apresiasi First Gas Karamba, Produksi Ditargetkan Capai 7,35 MMscfd

"Jika tidak ada perbaikan signifikan hingga November 2026, MSCI membuka peluang menurunkan status Indonesia menjadi Frontier Market. Hal ini memicu pelemahan IHSG sebesar 3,57% pada perdagangan bursa kemarin sebagai bagian dari tren koreksi wajar dalam “wave (b)”," ungkap dia.

Di sisi lain, Rupiah juga tertekan 0,52% menjadi Rp17.952 per USD, seiring dengan meningkatnya ekspektasi pelaku pasar terkait kenaikan suku bunga The Fed.

Adapun perhatian tertuju pada US PCE inti bulan Mei yang secara luas dianggap sebagai tolok ukur inflasi pilihan The Fed, disamping revisi perkiraan pertumbuhan PDB AS kuartal pertama tentunya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra