Kredit Foto: Ist
Industri Otomotif Eropa Mulai Khawatir
Dalam beberapa tahun terakhir, industri otomotif Eropa semakin khawatir terhadap ekspansi agresif merek-merek China yang menawarkan teknologi modern dengan harga lebih kompetitif.
Baca Juga: Persaingan Makin Ketat, DFSK Tawarkan SUV PHEV yang Bisa Melaju 140 Km Tanpa BBM
Sejak Oktober 2024, Uni Eropa telah mengenakan tarif tambahan terhadap kendaraan listrik buatan China di luar bea masuk standar sebesar 10 persen. Namun, kebijakan tersebut tidak mencakup kendaraan hybrid maupun plug-in hybrid.
Situasi itu dimanfaatkan sejumlah pabrikan China untuk menggenjot penjualan model PHEV di Eropa. Bahkan, sejumlah analis menilai pergeseran ke kendaraan plug-in hybrid menjadi salah satu strategi paling efektif untuk mengurangi dampak tarif yang dikenakan pada mobil listrik murni.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: