Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru, Indofarma Optimistis Bangkit

Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru, Indofarma Optimistis Bangkit Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) akan melanjutkan agenda perbaikan kinerja pada 2026 melalui strategi lean manufacturing, penyeimbangan kembali (rebalancing) portofolio produk, serta optimalisasi fasilitas produksi, khususnya untuk lini produk steril dan obat bahan alam. Langkah tersebut ditempuh setelah perseroan mencatat perbaikan kinerja sepanjang 2025 di tengah tantangan industri farmasi.

Direktur Utama PT Indofarma (Persero) Tbk Sahat Sihombing mengatakan fondasi efisiensi yang dibangun perseroan dalam dua tahun terakhir menjadi modal utama untuk meningkatkan kinerja pada tahun ini.

“Kami optimistis, karena fondasi perseroan sudah melakukan program efisiensi yang fundamental. Secara bisnis kami sudah siap untuk lari, karena secara operasional Indofarma sudah sangat efisien,” ujar Sahat dalam Paparan Publik di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Menurut Sahat, salah satu langkah efisiensi yang dilakukan adalah merampingkan struktur organisasi. Jumlah karyawan yang pada 2024 mencapai sekitar 525 orang kini berkurang menjadi di bawah 100 orang.

“Jadi cukup efisien menjalankan perusahaan. Kami juga melakukan rebalancing portofolio, kami memilih produk yang dibutuhkan Kementerian Kesehatan,” katanya.

Selain memperkuat portofolio produk yang sesuai kebutuhan pasar domestik, Indofarma juga mulai mendorong pengembangan obat berbahan alam (herbal) sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru.

“Perseroan juga mendorong penggunaan obat bahan alam, dulu herbal istilahnya. Ini kami berkoordinasi terus dengan Danantara dan juga ITB. Dalam waktu dekat kami akan detailkan untuk memanfaatkan kekayaan biodiversitas Indonesia. Ini satu inisiatif yang kita dorong sebagai hedging pertumbuhan Bio Farma,” ujar Sahat.

Ia menambahkan, perseroan bersama Danantara dan Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah meneliti sejumlah produk bernilai tambah tinggi yang memiliki peluang ekspor.

“Kemarin kami diundang Danantara terkait pengembangan beberapa produk. Itu produk yang high value kalau diekspor, tapi masih tahap penelitian dengan ITB. Market cukup tinggi di AS. Ini potensi revenue INAF di masa mendatang,” kata Sahat.

Sepanjang tahun buku 2025, Indofarma membukukan penjualan bersih sebesar Rp151,5 miliar. Perseroan masih mencatat rugi bersih, namun nilainya turun 76,7% menjadi Rp77,9 miliar dibandingkan rugi Rp334,5 miliar pada 2024.

Perbaikan tersebut didorong oleh penurunan beban umum dan administrasi sebesar 55,2%, peningkatan efisiensi operasional, serta optimalisasi pendapatan lain-lain. Dari sisi neraca, defisiensi modal membaik dari Rp1,144 triliunmenjadi Rp707 miliar, seiring turunnya liabilitas jangka pendek sebesar 58%.

Baca Juga: Kimia Farma Ubah Susunan Pengurus, Fokus Perkuat Tata Kelola dan Profitabilitas

Baca Juga: Bio Farma Borong Dua Penghargaan Nasional di Bidang Komunikasi dan CSR dari Warta Ekonomi

Perseroan juga mencatat pertumbuhan penjualan ekspor sebesar 11,9%, efisiensi biaya hingga 55,7%, serta memperoleh 29 sertifikasi nasional dan internasional yang mendukung pengembangan portofolio produk. Selain itu, laporan keuangan tahun buku 2025 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, pemegang saham menyetujui laporan tahunan, mengesahkan laporan keuangan, serta memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab kepada direksi dan dewan komisaris atas pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025. RUPST juga memutuskan tidak terdapat perubahan susunan pengurus perseroan.

Memasuki 2026, Indofarma menyatakan akan melanjutkan transformasi melalui implementasi lean manufacturingrebalancing product portfolio, dan optimalisasi fasilitas produksi untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat daya saing.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri