Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Akui Salah dalam Menjalankan Program MBG: Ide-ide Besar Tak Disiapkan dengan Matang

Pemerintah Akui Salah dalam Menjalankan Program MBG: Ide-ide Besar Tak Disiapkan dengan Matang Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui pemerintah belum menyiapkan perencanaan secara matang sebelum menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul dalam implementasi program tersebut bukan semata kesalahan pelaksana di lapangan, melainkan tanggung jawab bersama pemerintah.

Luhut mengatakan ide besar Presiden Prabowo Subianto seharusnya diiringi dengan perencanaan yang lebih komprehensif agar pelaksanaannya tidak menghadapi banyak hambatan.

Baca Juga: Upaya Amerika Jadi Sia-sia, Israel Tegas Tak Akan Tarik Pasukan dari Lebanon

"Masalah kita adalah ide-ide besar presiden tidak kita siapkan perencananya yang matang," kata Luhut, dikutip Jumat (26/6).

Ia kemudian menegaskan bahwa kekurangan dalam pelaksanaan MBG merupakan tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat dalam proses perencanaan.

"Itu salah kita semua," ujarnya.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan itu menilai berbagai persoalan yang muncul dalam program MBG sebenarnya dapat diminimalkan apabila kajian dan perencanaan dilakukan lebih baik sejak awal, terutama untuk pelaksanaan di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

Menurut Luhut, banyak energi dan waktu yang akhirnya terbuang untuk membahas persoalan yang seharusnya bisa diantisipasi sebelum program dijalankan.

Ia mengungkapkan bahwa Dewan Ekonomi Nasional telah menyampaikan hasil survei beserta sejumlah rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) setelah menerima kunjungan Wakil Kepala BGN bersama jajarannya.

Melalui evaluasi tersebut, pemerintah berharap dapat memetakan persoalan secara lebih menyeluruh sehingga akar masalah dalam pelaksanaan MBG bisa segera diatasi.

"Ya sebenarnya efisiensi lagi," kata Luhut.

Meski mengakui adanya berbagai kekurangan pada tahap awal implementasi, Luhut optimistis kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis akan terus membaik dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan.

Ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat mencari solusi tanpa mengorbankan keberlangsungan program karena MBG dinilai memiliki dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.

Menurutnya, anggaran yang digelontorkan setiap hari melalui program tersebut berpotensi mendorong pemerataan ekonomi hingga ke daerah-daerah.

"Kami terus terang punya kepentingan supaya mendorong juga pertumbuhan ekonomi, karena itu kan pemerataan sebenarnya Rp1 triliun per hari turun ke bawah itu dampaknya besar," jelas Luhut.

Baca Juga: Terseret Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Klaim Penangkapannya Mirip Adegan Film G30S/PKI

Luhut berharap berbagai evaluasi yang tengah dilakukan dapat menjadi dasar perbaikan sehingga Program Makan Bergizi Gratis mampu berjalan lebih efektif sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat maupun perekonomian nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar