- Home
- /
- Government
- /
- Government
Prabowo Bandingkan Konflik Global, Ingatkan Pentingnya Persatuan Elite Bangsa
Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya persatuan di kalangan elite bangsa sebagai kunci kemajuan Indonesia. Dalam pidatonya pada KSTI (Konvensi, Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia) 2026 Sarasehan Kebangsaan 2.600 Rektor/Dekan/Dosen PTN & PTS Seluruh Indonesia “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia Jakarta (26/6/2026), Prabowo membandingkan kondisi Indonesia dengan sejumlah negara yang masih dilanda konflik berkepanjangan.
Menurut Prabowo, sejarah menunjukkan bahwa bangsa yang para elitnya mampu bekerja sama akan lebih mudah bangkit dan berkembang. Sebaliknya, negara yang terus diwarnai pertikaian di kalangan pemimpinnya akan kesulitan mencapai potensi terbaiknya.
"Dari apa yang saya pelajari dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitnya bisa kerja sama, itu bangsa yang bangkit. Bangsa yang elitnya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya," kata Prabowo.
Ia kemudian menyinggung berbagai konflik yang masih berlangsung di dunia sebagai pelajaran bagi Indonesia. Mulai dari perang di Ukraina, konflik di Gaza, Palestina, Lebanon, Iran, Yaman, hingga Myanmar dan ketegangan antara Thailand dengan Kamboja.
"Kita lihat apa yang terjadi di Ukraina, di Eropa. Kita lihat apa yang terjadi di Gaza, Palestina, Lebanon, Iran, Yaman, Myanmar, sampai perang antara Muang Thai dan Kamboja," ujarnya.
Baca Juga: Istana Akhirnya Bocorkan Respons Prabowo soal Jokowi Dorong 2 Periode
Menurut Prabowo, salah satu faktor yang menyebabkan konflik berkepanjangan di berbagai negara adalah ketidakmampuan elite untuk membangun kerja sama demi kepentingan nasional.
"Di tengah ini semua, kuncinya adalah antara lain elit yang tidak bisa kerja sama. Jadi saudara-saudara, bernegara saya kira kita perlu merenungkan masalah bernegara," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk kalangan akademisi, untuk mengesampingkan perbedaan latar belakang, profesi, maupun pandangan politik. Menurutnya, semua pihak memiliki tujuan yang sama, yakni membangun Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan sejahtera.
"Saya berpraanggapan kita semua di sini adalah anak Indonesia yang cinta bangsanya dan rakyatnya. Kita berbeda suku, agama, latar belakang, bahkan mungkin ideologi. Tapi dalam perbedaan itu kita harus mencari titik-titik kebersamaan," tegasnya.
Prabowo menilai persatuan menjadi modal penting agar Indonesia mampu menghadapi tantangan global sekaligus mewujudkan cita-cita menjadi negara maju.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: