Diakui Pemerintah, Ada 'Kerugian Sedikit' di Patriot Bond Indonesia: Daripada Uangnya di Luar Terus
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pemerintah Indonesia mengakui terdapat konsekuensi yang harus diterima investor dalam penerbitan Patriot Bond dan Merah Putih Bond. Namun, konsekuensi tersebut dinilai jauh lebih kecil dibanding manfaat ekonomi yang diperoleh apabila dana masyarakat di luar negeri kembali masuk ke dalam sistem keuangan nasional.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah memang memberikan perlindungan tertentu kepada dana yang ditempatkan dalam instrumen tersebut sebagai strategi menarik modal yang selama ini berada di luar negeri.
Baca Juga: Amerika Jadi Sorotan Lagi, Bendera Pelangi Akan Berkibar Saat Laga Iran vs Mesir di Piala Dunia 2026
Menurut Purbaya, kebijakan itu merupakan pilihan yang lebih menguntungkan dibanding membiarkan dana tersebut terus mengendap di luar Indonesia.
"Daripada uangnya di luar terus. Biar dia masuk ke sistem, memang ada loss sedikit. Menurut saya uangnya masuk ke ekonomi kita," ujar Purbaya, dikutip Sabtu (27/6).
Purbaya menilai masuknya dana ke dalam negeri akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, hingga pembiayaan proyek strategis nasional.
Meski demikian, ia menegaskan perlindungan yang diberikan hanya berlaku terhadap dana yang ditempatkan pada Patriot Bond dan Merah Putih Bond.
Purbaya juga memastikan perlindungan tersebut bukan berarti investor maupun perusahaan miliknya memperoleh kekebalan hukum.
Pernyataan tersebut muncul di tengah kritik sejumlah pihak yang menilai perlindungan terhadap investor berpotensi menimbulkan persepsi negatif mengenai komitmen Indonesia dalam pemberantasan korupsi dan pencucian uang lintas negara.
Pemerintah membantah anggapan tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Patriot Bond dan Merah Putih Bond tetap berada di bawah pengawasan dan regulasi yang berlaku.
Menurut Airlangga, instrumen tersebut diterbitkan untuk memperluas sumber pembiayaan domestik sekaligus memperkuat pasar keuangan nasional.
Baca Juga: Bonus Demografi Cuma 10 Tahun Lagi, Pemerintah Khawatir Indonesia Emas 2045 Jadi Sebatas Mimpi
Dana yang berhasil dihimpun nantinya diharapkan dapat mendukung investasi dan berbagai proyek strategis yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar