Mengaku Tekanan Luar Biasa Berat dari Negara Barat, Putin Tegaskan Rusia Mampu secara Ekonomi dan Militer
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya tengah menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari negara-negara Barat.
Meski demikian, ia mengklaim berbagai upaya melalui sanksi ekonomi dan tekanan politik tersebut gagal mengguncang stabilitas Rusia.
Pernyataan itu disampaikan Putin saat berpidato dalam sidang pleno Kongres ke-23 Partai Rusia Bersatu, Minggu (28/6/2026).
"Rusia sedang menghadapi tekanan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya dari elite-elite Barat. Karena tidak mampu mewujudkan kekalahan strategis atau meraih kemenangan di medan perang atas Rusia, mereka berupaya mengguncang stabilitas politik negara ini serta memicu gejolak dalam negeri. Namun, seluruh upaya tersebut berakhir dengan kegagalan," ujar Putin.
Putin menilai negara-negara Barat gagal mencapai tujuan mereka untuk melemahkan Rusia, baik melalui tekanan ekonomi maupun dukungan terhadap Ukraina dalam konflik yang masih berlangsung.
Dalam pidatonya, Putin menuding Barat menjadikan Ukraina sebagai alat untuk menghadapi Rusia. Menurutnya, strategi tersebut dilakukan demi kepentingan geopolitik negara-negara Barat tanpa mempertimbangkan nasib rakyat Ukraina.
Ia juga mengeklaim Barat mengabaikan serangan yang disebutnya dilakukan Ukraina terhadap wilayah sipil dan infrastruktur Rusia.
Selain itu, Putin menuduh adanya upaya perekrutan warga Rusia oleh pihak asing untuk melakukan aksi sabotase dan teror di dalam negeri.
Putin menegaskan Rusia tetap mampu menghadapi gelombang sanksi ekonomi baru yang dijatuhkan negara-negara Barat. Ia menyebut sanksi tersebut tidak sah dan hanya bertujuan melemahkan perekonomian Rusia.
Meski menghadapi tekanan internasional, Putin mengeklaim Rusia memiliki ketahanan ekonomi dan kemampuan militer yang cukup untuk mempertahankan stabilitas nasional serta melanjutkan agenda pembangunan negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: