Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Meski Dimediasi Amerika, Israel Tegaskan Tak Akan Mundur dari Lebanon: Jangan Terlalu Berharap

Meski Dimediasi Amerika, Israel Tegaskan Tak Akan Mundur dari Lebanon: Jangan Terlalu Berharap Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon. Padahal di sisi lain mereka juga telah tercapai kerangka perjanjian dengan Amerika Serikat dan Beirut.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menyatakan bahwa pasukannya tidak akan mundur sedikit pun sebelum adanya pelucutan dari Hizbullah. Menurutnya, keberadaan militer negaranya masih menjadi kebutuhan keamanan yang tidak dapat ditawar oleh Lebanon.

Baca Juga: Roy Suryo Bisa Lega, Sidang Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi Tak Akan Lagi Diganggu Pihak Intervensi

"Kami tidak memiliki ambisi teritorial di Lebanon. Tapi Hizbullah belum dilucuti, jadi kami tidak akan mundur satu milimeter," kata Katz, dikutip Selasa (30/6).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah implementasi kesepakatan yang baru ditandatangani oleh Israel, Lebanon dan Amerika Serikat. Beirut dalam kerangka perjanjian itu berkomitmen memulihkan kedaulatan negaranya melalui pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara, termasuk pembongkaran infrastruktur militer mereka. Israel sebagai imbalan akan melakukan penarikan pasukan secara bertahap setelah proses tersebut diverifikasi.

Namun Katz menilai proses tersebut belum cukup menjamin keamanan Israel. Ia bahkan mengatakan masyarakat tidak perlu berharap akan ada penarikan pasukannya dari wilayah lain di Lebanon.

"Jangan menahan napas menunggu dari mana lagi kami akan mundur di Lebanon. Itu tidak akan terjadi sampai kelompok militan dilucuti," tegasnya.

Katz mengungkapkan bahwa prinsip tersebut telah diterima oleh Amerika Serikat. Ia juga telah dimasukkan dalam lampiran militer pada perjanjian yang disepakati kedua negara.

Ia juga menyebut telah mencapai kesepahaman dengan Panglima Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper. Menurutnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan tetap mempertahankan tiga zona keamanan strategis, yakni di Lebanon, Suriah dan Jalur Gaza.

Menurut Katz, Israel juga belum sepenuhnya percaya pada Angkatan Bersenjata Lebanon. Ia mengatakan mereka belum mampu mengambil alih tanggung jawab keamanan di wilayah selatan. 

Di sisi lain, Presiden Lebanon Joseph Aoun sebelumnya menyatakan pemerintahnya akan mengerahkan pasukan nasional hingga ke perbatasan dengan Israel. Hal itu akan dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas kendali negara dan menggantikan posisi Hizbullah.

Sementara itu, operasi militer Israel di Lebanon selatan masih terus berlangsung. Militer Israel mengonfirmasi Angkatan Udara Israel kembali menyerang tiga pusat komando Hizbullah di wilayah Nabatieh dan Mayfadoun sebagai respons atas serangan yang disebut dilakukan kelompok tersebut terhadap pasukan Israel di zona keamanan.

Selain itu, seorang prajurit Israel dilaporkan mengalami luka serius akibat ledakan saat bertugas di Lebanon selatan.

Baca Juga: Ada Tujuan Pribadi Jokowi di Safari ke Lampung: Pesan ke Prabowo hingga Masa Depan PSI

Pernyataan tegas Israel tersebut menunjukkan bahwa meski jalur diplomasi terus berjalan melalui mediasi Amerika Serikat, Tel Aviv belum melihat adanya kondisi yang memungkinkan penarikan pasukan. Bagi pemerintah Israel, pelucutan total Hizbullah tetap menjadi syarat utama sebelum perubahan posisi militer dilakukan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: