Tak Kunjung Angkat Kaki, Lebanon Tuntut Israel Patuhi Hasil Negosiasi Damai Iran-Amerika
Kredit Foto: Istimewa
Lebanon memberikan kecaman yang keras untuk Israel. Mereka meminta agar negara tersebut segera mematuhi hasil nota kesepahaman (MoU) damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Hal itu terutama terkait kewajiban menarik pasukan dari Lebanon.
Dikutip dari Al Jazeera, Senin (29/6), Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sepakat membentuk sebuah unit pengendalian konflik untuk memantau pelaksanaan hasil perjanjian yang ditandatangani pada 18 Juni lalu.
Baca Juga: Pilih Turun Kembali di Lampung, Terbongkar Rahasia Jokowi Bangun Kesuksesan Politik di Indonesia
Menurut Ghalibaf, pembentukan unit tersebut dilakukan setelah tim perunding menyoroti adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak lain selama proses negosiasi dengan Amerika Serikat di Swiss.
Ia menjelaskan bahwa penghentian perang, pemulangan warga yang mengungs, serta penarikan penuh pasukan dari wilayah pendudukan merupakan bagian penting dalam poin pertama nota kesepahaman tersebut.
Sementara Nabih Berri mengatakan bahwa pihaknya mengecam Israel. Menurutnya, negara tersebut berupaya mengabaikan kedaulatan dan keutuhan wilayahnya sebagaimana diatur dalam MoU.
Berri juga buka suara terkait dengan kesepakatan yang dimediasi oleh Amerika Serikat dari Israel dan Lebanon. Ia menyebut kerangka kesepakatan itu sebagai bentuk "konspirasi dan adu domba" apabila tidak disertai penghormatan terhadap isi perjanjian yang telah disepakati.
Sebelumnya, Amerika Serikat menyatakan kedua belah telah mencapai kerangka kesepakatan yang ditujukan untuk mewujudkan perdamaian dan keamanan jangka panjang.
Namun, Israel masih terus melakukan aktivitas militer di wilayah selatan dari Lebanon. Israel di sisi lain juga melaporkan seorang perwira militer tewas dan seorang prajurit terluka akibat serangan dari Hizbullah di Lebanon Selatan.
Baca Juga: Di Balik Pisah Jadwal Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Jokowi Ternyata Akan Dibuat Terpojok
Situasi itu menimbulkan kekhawatiran bahwa implementasi perjanjian damai masih menghadapi tantangan di lapangan meski kerangka kesepakatan telah diumumkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar